Predikat Nihiwatu Sumba sebagai hotel terbaik dunia tahun 2016 memang membanggakan. Tapi di lain sisi, infrastruktur di Sumba masih buruk.
Hal itu pun diungkapkan oleh Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole saat press conference Nihiwatu di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta (18/7/2017). Terlepas dari prestasi yang diraih Sumba lewat Nihiwatu, akses jalan menuju hotel yang berstatus jalan provinsi masih buruk. Begitu juga dengan jalan lain di sana.
"Kami juga mengharapkan bapak menteri untuk datang ke Sumba. Karena jalan menuju Nihiwatu adalah jalan provinsi yang kami tidak bisa menyentuh, agar jalan kami bisa di hotmix," ujar pria yang akrab disapa Niga tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain akses jalan yang perlu diperbaiki, Risty Brophy selaku Pubric Relation Nihiwatu juga bercerita akan perjuangan hotel tersebut dulu. Berbeda dengan sekarang, dahulu Nihiwatu bahkan sampai rela memasang telepon satelit hingga genset untuk sumber listrik untuk para tamu hotel.
"Dulu di sana sana jaringan telepon saja gak ada. Jadi sampai punya satelit sendiri. Waktu belum ada listrik, benar-benar pakai genset," ujar Risty.
Menanggapi keluhan tersebut, Menpar Arief Yahya pun berencana untuk meminta Kemen PU agar meningkatkan status jalan provinsi tersebut jadi jalan nasional agar bisa segera diperbaiki. Dengan begitu infrastruktur akan menjadi lebih baik.
"Tingkatkan status jalan provinsi sebagai jalan nasional, baru saya bisa minta bantuan Kemen PU untuk memperbaiki jalan," ujar Arief
Selain itu Menpar Arief juga meminta bantuan pemerintah Sumba untuk ikut serta mempromosikan Nihiwatu dan daerahnya. Tentu pihak Kemenpar juga akan menjadikan momentum yang diperoleh Nihiwatu sebagai hotel terbaik dunia 2016 untuk promosi Sumba. Semoga infrastruktur di Sumba lekas diperbaiki.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah