Parade Budaya Meriahkan Cross Culture Festival 2016 di Surabaya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Parade Budaya Meriahkan Cross Culture Festival 2016 di Surabaya

Imam Wahyudiyanta - detikTravel
Minggu, 14 Agu 2016 12:20 WIB
Parade Budaya Meriahkan Cross Culture Festival 2016 di Surabaya
Keseruan Cross Culture Festival di Surabaya (Imam/detikTravel)
Surabaya - Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) 2016 resmi digelar di Surabaya. Acara pun dimeriahkan oleh parade dari delegasi dalam dan luar negeri.

Parade diberangkatkan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dari Taman Bungkul. Para delegasi dinaikkan becak yang dihias dengan kembang warna-warni. Sepanjang perjalanan, mereka menyapa warga Surabaya yang menyemut di pinggir jalan.

Setelah melewati Jalan Raya Darmo, mereka dibelokkan ke Jalan Urip Sumoharjo. Dari Jalan Urip Sumoharjo, mereka turun dari becak dan berjalan menuju Monumen Bambu Runcing. Di sini, masing-masing delegasi dipersilakan menunjukkan performance nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Performance diawali penampilan dari delegasi Amerika Serikat yang diwakili oleh negara bagian Idaho dengan grup American Footwroks Folk Dance Ensemble. Penampilan atraktif personelnya mendapat sambutan meriah dari warga Surabaya yang memenuhu jalan untuk menonton. Bule Amerika itu juga berinteraktif dengan warga Surabaya dengan mengajak menari bersama.

Berturut-turut performance berikutnya menampilkan delegasi dari Rumania dengan Martisorul Ensemble, Sleman dengan Tari Bergodo, Korea dengan Yang Ju Byul San Dae & Kin hei Kyung Dance, Polandia dengan Polonia Polish Folk Dance and Song Ensemble, Estonia dengan Folklore Society Leigarid , China dengan Guangzhou Group Performing Art, dan ditutup penampilan dari Balikpapan dengan Tari Gantar Umang dan Tari Kulin Bilau. Semua performance mendapat aplaus meriah dari warga yang menonton.

Diramaikan oleh acara parade (Imam/detikTravel)
"Penampilan saya tadi saya pikir cukup bagus. Cukup senang bisa tampil di sini," ujar Kada, salah satu personel American Footwroks Folk Dance Ensemble dari Idaho, Amerika Serikat.

Kada mengaku baru pertama kali ini tampil di Surabaya. Dan ia cukup senang mendapat pengalaman baru mengingat ia baru belajar menari sejak tiga tahun lalu.

"Saya menikmatinya," kata Kada.

Santi, salah satu warga Surabaya merasa terhibur dengan adanya pertunjukan gratis minggu pagi ini. Santi awalnya tidak tahu jika akan ada penampilan tari-tarian di Monumen Bambu Runcing.

"Saya awalnya hanya lewat saja, kok ramai, trus saya berhenti dan ikut nonton sama anak saya," kata Santi.

Masyarakat pun ikut berjoged (Imam/detikTravel)
Santi merasa bahwa mengundang orang asing untuk saling mempelajari dan bertukar budaya adalah positif. Dengan kegiatan ini, setidaknya akan ada ilmu dan pengetahuan baru yang bisa diserap selain juga pengalaman baru.

"Selain itu juga bisa mempromosikan Kota Surabaya," kata Santi.

FSLB 2016 sendiri akan digelar hingga Kamis mendatang. Selain menampilkan performancenya, para delegasi akan diajak untuk mengenal lebih dekat Surabaya dengan berbagai kegiatan. (rdy/rdy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads