"Kalau tidak ada sesuatu yang ditunggu, atraksi yang menarik dari karnaval itu, tidak akan ada orang yang mau berhujan-hujan menonton. Salut masyarakat Malang," kata Menpar Arief Yahya dalam rilis kepada detikTravel, Selasa (6/9/2016).
Malang Flower Carnival digelar sepanjang Jalan Simpang Balapan hingga Jalan Ijen. Di tengah guyuran hujan deras, mereka tetap berjalan memamerkan busana spektakuler bak karnaval Brasil dengan tema hortikultura, futuristis sampai tema Bali. Ada juga parade 30 cosplay aneka tokoh animasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, mengatakan karnaval ini menjadi magnet untuk wisatawan. MFC 2016 adalah buktinya. Oleh karena itu Kemenpar akan membuat standar bersama Asosiasi Karnaval Indonesia (AKARI) untuk karnaval di berbagai kota.
"Setelah ada standarisasi, setiap daerah akan punya khas masing-masing. Standarnya akan disesuaikan dengan karakter daerah, jadi nanti tidak akan sama. Waktunya juga tidak boleh bersamaan," kata Eshty. (fay/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru