Saat momentum itu pihak Kemenpar pergi ke Maroko untuk memberikan dukungan pada Ikatan Nasional Konsultan Indonesia atau disingkat INKINDO yang tengah menghadiri kongres dunia.
Lantas kenapa pihak Kemenpar terbang jauh dan mendukung INKINDO di Maroko? Terlebih Maroko bukanlah pasar wisman yang masuk prioritas utama. Jawabnya adalah untuk promosi wisata dan mengejar 1.000 konsultan asing untuk liburan dan wisata ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar yang disasar kali ini, kata Nia, adalah MICE, meetings, incentives, conferences, exhibitions yang merupakan potensi besar bagi Indonesia.
Bali Nusa Dua dan Jakarta adalah dua kota yang paling siap untuk 1.000 peserta MICE yang sangat mungkin jumlah itu akan bertambah. Kota lain, seperti Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Batam, Bintan, Manado, Makassar, Surabaya dan Medan juga cukup fasilitasnya untuk menerima sejumlah itu.
Lalu apa yang dipromosikan di Maroko? Nia menjelaskan, Kemenpar mendesign booth dan image Wonderful Indonesia di sana. Tentu, juga beberapa TVC yang ada tayangan tentang destinasi wisata Indonesia dan kesenian tradisional Indonesia yang cukup dikenal di sana.
"Di tayangan video-nya, ada short speech Pak Menpar Arief Yahya, yang intinya mengucapkan selamat datang tahun depan ke Indonesia," kata Nia Niscaya.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, bahwa Indonesia adalah tempat yang indah untuk berwisata budaya dan alam. Budayanya kuat, alamnya istimewa. Dua keindahan yang jika digabungkan menjadi satu kekuatan atraksi pariwisata yang mengagumkan.
"Silakan datang, eksplorasi dan nikmati alam dan budaya Indonesia," kata Arief.
Arief Yahya mengakui, spending wisman MICE itu jauh lebih besar daripada jenis wisatawan lain ke tanah air. Bahkan bisa tiga kali lipat, dibandingkan dengan leisure, dan sport tourism. Dana ini didapat dari asosiasi kongres sedunia, yang juga ada market-nya.
"Coba, kalau dipaketkan, mereka MICE di Nusa Dua, dan mereka bisa bebas memilih berkunjung ke semua destinasi di Bali? Itu kombinasi yang cantik, masuk dari tourism dulu akan lebih smooth," ujar Arief.
Jauh-jauh dari Eropa, Amerika, atau Timur Tengah ke Bali, Jakarta, Batam, Bintan, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Makassar, atau Medan, kalau hanya untuk berkonferensi atau pertemuan, tentu tidak sayang dengan waktu dan kesempatan.
Karena itu, mereka biasanya mengajak istri, anak dan keluarganya untuk sekalian berliburan, belanja, kuliner, atau berburu souvenir.
"Itulah MICE, yang bidding tahun 2017 sudah dimenangkan oleh INKINDO," jelas Arief. (rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama