Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Okt 2016 19:35 WIB

TRAVEL NEWS

Di Masa Depan, Kita Liburan ke Antariksa!

Fitraya Ramadhanny
Redaksi Travel
Foto: XCOR
Foto: XCOR

FOKUS BERITA

Masa Depan Traveling
Jakarta - Dengan majunya teknologi transportasi, liburan ke berbagai penjuru planet sudah bukan tantangan lagi. Di masa depan, kita liburannya ke luar angkasa.

Penjelajahan antariksa, selama ini baru terbatas untuk para astronot dengan kebutuhan riset dan eksplorasi. Namun di masa depan, penjelajahan angkasa adalah bagian dari kegiatan wisata.

Liburan ke luar angkasa saat ini sedang dirintis oleh sejumlah pihak, dan mereka sangat-sangat serius. Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (13/10/2016), wisata angkasa luar bukanlah jalan-jalan di Bulan atau sejenisnya.

Wisatawan luar angkasa bukanlah astronot yang terlatih hidup berbulan-bulan di luar bumi. Kondisi mereka sangat ekstrem dan berbahaya.

Penjelasan soal penerbangan suborbital (XCOR Expedition)Penjelasan soal penerbangan suborbital (XCOR Expedition)


Oleh karena itu, yang bisa dikembangkan untuk pariwisata adalah apa yang disebut sebagai Suborbital Flight. Ini adalah penerbangan dari Bumi menuju antariksa dengan batas titik orbit.

Dalam Suborbital Flight, pesawat terbang keluar Bumi sampai sejauh 100 km. Penumpang sudah bisa melihat Bumi dari angkasa luar, merasakan gravitasi nol, tapi pesawat masih dapat melayang balik mauk ke dalam gravitiasi bumi lalu mendarat dengan selamat.

Siapa saja yang menyiapkan wisata luar angkasa. Ada sejumlah perusahaan yang sedang mengembangkannya. Misalnya saja ada Virgin Galactic milik Richard Branson dengan pesawat SpaceShipTwo.

detikTravel pernah mewawancarai langsung Richard Branson. Menurut dia bos AirAsia Tony Fernandes yang merupakan sahabat dekatnya akan menjadi salah satu penumpang yang diberangkatkan ke angkasa luar

BACA JUGA: Richard Branson Akan Kirim Bos AirAsia ke Luar Angkasa

Kemudian ada XCOR Aerospace dengan pesawat mereka Lynx. Semua masih dalam tahap percobaan, sebelum akhirnya dibuka untuk wisatawan umum.

Kabar terbaru dari Daily Mail, China ikut mengembangkan wisata luar angkasa. The China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) akan mengembangkan pesawat berpenumpang 20 orang yang rencananya bisa dinikmati tahun 2020 mendatang.

Wisata ke luar angkasa memang ambisius. Bayangkan kebanyakan proyek ini akan menjual paket wisatanya sekitar USD 200.000. Untuk uang semahal itu, turis akan merasakan luar angkasa selama 4 menit saja!

Skema terbang milik CALT (CALT)Skema terbang milik CALT (CALT)
(aff/aff)

FOKUS BERITA

Masa Depan Traveling
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED