Tarif ekonomi tapi soal kenyamanan setara kelas bisnis. Begitu sesumbar Roger J Lilipaly dan Benny Herlian dari manajemen Japan Airlines (JAL) kepada tim wartawan yang akan mengikuti perjalanan ke Hokkaido, Jepang, 17-21 Oktober. Sesumbar mereka tak terlalu berlebihan, karena soal kenyamanan yang dimaksud lebih fokus pada soal tempat duduk.
Mereka mengklaim terdapat upgrade pada setiap kursi kelas ekonomi penerbangan internasional. Upgrade tersebut berlaku untuk setiap pesawat JAL Sky Suite 777, JAL Sky Suite 767, dan JAL Sky Suite 787.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya JAL pernah mendapat penghargaan terbaik dalam kelas bisnis pada 2013," Roger menambahkan.
Untuk rute Jakarta-Tokyo, JAL melayani dua penerbangan yakni pada pagi dan malam hari. Menurut Benny, penerbangan malam lebih banyak disukai karena kemungkinan bisa terhindar dari kemacetan Jakarta saat menuju bandara.
"Tingkat keterisian penumpang selama ini mencapai 80 persen. Tak cuma orang-orang Jepang, masyarakat serta pengusaha dan pejabat kita juga ada yang suka menggunakan JAL," ujar Benny.
Pembuktian atas sesumbar Benny dan Roger kami buktikan pada Senin (17/10/2016). Begitu kami masuk ke kabin Boeing 777-300 yang mulai take-off pada pukul 21.55 WIB, ruang antar kursi JAL memang terasa lebih panjang.
Karena itu, penumpang berpostur jangkung tak perlu menyerongkan kedua lututnya agar bisa duduk nyaman selama penerbangan. Selain itu, sandaran tangan di masing-masing kursi bisa dilipat. Hal ini memungkinkan penumpang memanfaatkannya untuk tidur selonjoran bila kursi kosong.
(Sudrajat/detikTravel) |
Selebihnya fasilitas di JAL hampir sama dengan di maskapai lain seperti Garuda yang memiliki 777-ER untuk jalur penerbangan internasional. Kesamaan itu mencakup fasilitas sistem hiburan yang menampilkan puluhan film terbaru, musik, dan game. Juga fasilitas charging baterai gadget dan Wifi yang memungkinkan penumpang tetap berselancar di dunia maya selama mengudara.
detikTravel sendiri selama 7 jam penerbangan dari Jakarta ke Narita, melaluinya dengan menikmati film Money Monster yang dibintangi George Clooney dan Julia Robert, dan film Criminal yang dibintangi Kevin Costner.
(Sudrajat/detikTravel) |
Makanan Halal
Kampanye wisata halal ternyata juga tengah digalakkan badan pariwisata Jepang. Maskapai Japan Airlines (JAL) termasuk yang terlibat di dalamnya.
Dalam hal ini, JAL membuat kategori baru untuk sajian menu saat pesawat mengudara yakni makanan halal dan makanan yang ramah untuk kaum Muslim. Menu halal dan Muslim food ini tersedia sejak 30 Mei 2016 dan bisa dipesan sebelum keberangkatan ke Jepang.
"Muslim menu itu lebih condong ke menu-menu untuk masyarakat Timur Tengah, sementara halal merujuk menu untuk masyarakat melayu dan kaum Muslim pada umumnya," kata Benny.
Ia memastikan, awak kabin akan mengingat makanan yang mengandung alkohol dan babi untuk tidak dikonsumsi penumpangnya yang Muslim, khususnya di kelas bisnis. detikTravel dan lima wartawan/blogger yang diundang JNTO Jakarta ke Hokkaido seperitnya tak terlalu ambil pusing soal menu ini.
Sebab sebelum terbang perut kami sudah terisi penuh saat singgah di Premium Lounge dua jam sebelum keberangkatan. Meski ruang tunggu ini bukan eksklusif untuk JAL, kami dapat menyantap aneka makanan dan minuman dengan gratis tentunya. Di ruangan ini juga tersedia meja-meja untuk membuka laptop dan beberap rak koran dan majalah.
(Sudrajat/detikTravel) |
Rasanya renyah, manis dan asin, dengan campuran kacang. Itu disajikan saat penerbangan sudah ajeg di ketinggian 20.000 kaki. Sedangkan dua jam sebelum mendarat kami mendapatkan menu makan berat dengan dua botol Yakult sebagai minuman pelengkap, selain jus, teh, atau kopi.
Di luar urusan menu, detikTravel mengamati para awak kabin atau pramugari JAL. Usia mereka rata-rata sepertinya sudah di atas 30 tahun. Penyertaan para pramugari senior ini mungkin sebagai salah satu wujud upaya JAL melayani penumpangnya dengan lebih prima karena mereka tentunya sudah punya jam terbang tinggi.
Meski begitu secara umum mereka tetap tampil ramah khas Jepang. Tak cuma ramah dan cekatan menyajikan aneka hidangan, kru JAL juga rajin menjaga kebersihan toilet.
Indikasinya, tiga kali detikTravel menggunakan kamar kecil saat mengudara, selalu dalam kondisi bersih. Kebutuhan untuk sanitary napkins pun senantiasa terjaga, termasuk menyediakan sikat gigi. (jat/krn)












































(Sudrajat/detikTravel)
(Sudrajat/detikTravel)
(Sudrajat/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh