Dalam pertemuan World Travel Market 2016 (WTM) di London 7-9 November 2016, turut dibahas sejumlah isu strategis terkait yang akan berpengaruh pada industri pariwisata di tahun 2017. Salah satunya adalah pemilihan Presiden AS yang dimenangkan oleh Donald Trump.
Hasilnya pun tercantum dalam laporan World Travel Market 2016 di situs resminya. Dilihat detikTravel dari situs WTM 2016, Jumat (11/11/2016) setidaknya enam dari 10 pelaku industri pariwisata lebih percaya pada keahlian Hillary ketimbang Trump untuk urusan pariwisata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, ketika ditanya kandidat presiden AS mana yang dinilai terbaik untuk industri pariwisata dan travel global, Hillary Clinton meraih 36 persen. Donald Trump hanya meraih kepercayan 10 persen. Sementara sisanyanya netral atau menjawab tidak tahu.
Sentimen negatif itu pun muncul sebagai akibat dari sejumlah pernyataan Trump yang kontroversial. Contohnya seperti ucapan Trump yang menyebutkan kalau ia ingin membangun tembok di antara perbatasan AS dan Meksiko. Termasuk juga keinginannya untuk melarang traveler Muslim memasuki AS.
Pernyataan Trump tersebut juga menimbulkan keresahan di kalangan pegiat industri pariwisata. Bahwa ada kemungkinan kalau liburan ke AS akan menjadi lebih sulit terkait kemenangan Trump sebagai Presiden.
Menyadari kemungkinan tersebut, Presiden sekaligus Chief Executive Brand USA's, Chris Thompson, meyakinkan sejumlah pengunjung dan rekan pelaku pariwisata di WTM 2016 untuk mendukung Presiden AS terpilih.
Ditambahkan oleh Chris, bahwa hasil dari pemilu AS tidak akan mempengaruhi kesuksesan yang ingin dicapai oleh para pelaku pariwisata asal Negeri Paman Sam. Terutama untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke AS. (rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang