Jurus Familiarization Trip atau akrab dengan sebutan FamTrip kembali dilakukan Kemenpar. Sebanyak 32 orang yang terdiri dari Travel Agent/Travel Operator anggota MATTA serta perwakilan pengurus MATTA, jurnalis Gaya Travel Magazine, Dino Brand works serta blogger asal Malaysia dan VITO Malaysia diajak keliling Jawa Tengah dan Jogjakarta (Joglosemar) pada 23-27 November 2016.
"Ini adalah promosi pariwisata yang paling efektif. Coba bayangkan saat semuanya dikenalkan langsung ke destinasi wisata yang eksotis tadi. Apa yang mereka lihat, mereka sentuh, mereka rasa, bisa langsung diceritakan dan ditawarkan kepada klien-klien mereka. Jurnalis dan blogger juga bisa memposting berita, foto dan video sensasi keajaiban alam dan budaya kepada pembaca loyalnya. Efeknya akan sangat dahsyat sekali," ucap I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kemenpar dalam keterangan persnya, Jumat (25/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di FamTrip itu seluruh peserta ikut diajak melakukan site visit, business gathering dan hotel inspection. Dari mulai kunjungan ke Kelenteng Sam Poo Kong di Simongan, Lawang Sewu di Tugu Muda, Kota Tua Semarang, wisata belanja dan oleh-oleh di Jalan Pandanaran, Taman Djamoe Indonesia, Ambarawa Train Museum, menjelajah di destinasi prioritas Borobudur, Candi Hindu Prambanan, rafting hingga kuliner di Kampung Laut tepi pantai Semarang, semuanya disambangi.
"Dampak promosi untuk perbatasan seperti Malaysia bisa terlihat dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi MATTA adalah organisasi travel agent terbesar di Malaysia. Ini dapat menjadi agen yang memasarkan destinasi pariwisata melalui penjualan paket wisata outbound ke Indonesia. Dampaknya sangat bagus untuk kita," timpal Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar.
Selama ini, MATTA memang cukup banyak mendatangkan wisman Malaysia ke Indonesia. Pada saat mengikuti MATTA Fair 11-13 Maret 2016, Wonderful Indonesia pernah mencatatkan total transaksi senilai Rp 42 Miliar.
"Kebetulan Fam Trip itu masuk ke dalam kategori selling. Jawa Tengah dan Jogjakarta kami tawarkan karena ada ketersediaan penerbangan langsung ke destinasi wisata. Karakter wisman Malaysia juga cocok dengan destinasi di Jateng dan Jogjakarta sehingga akan ketemu manfaatnya," ujar Rizki.
Menurut Menpar Arief Yahya, famtrip adalah satu cara memperkenalkan destinasi wisata yang sangat efektif. Peserta bisa merasakan atmosfer atau suasana batin di destinasi tersebut, lalu menceritakan kepada komunitas atau kustomernya.
Mereka bahkan bisa langsung menjual paket-paket khusus yang sudah pernah dia jalani selama famtrip itu. Merek juga bisa bercerita kepada khalayak akan keistimewaan orang Indonesia dengan aneka perbedaannya.
"Jadi apa saja yang menjadi keunggulan destinasi kita bisa terekplorasi dengan akurat, lalu promosi apa yang cocok atas destinasi itu dengan lengkap. Ini model promosi yang cukup efektif, apalagi mereka adalah pelaku bisnis Pariwisata. Outputnya bisa langsung ke paket-paket wisata ke Joglosemar, dan mereka menjadi endorsernya," kata Arief Yahya. (wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru