Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Des 2016 11:10 WIB

TRAVEL NEWS

Kelebihan dan Kekurangan Tanjung Pinang Menjamu Wisatawan

Masaul K Ahmad
detikTravel
Bandara Haji Fisabililah Tanjungpinang (Edward Febriyatri Kusuma/detikTravel)
Tanjungpinang - Kota Tanjungpinang di Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau punya potensi wisata untuk dikembangkan. Namun transportasi dan fasilitas umum di destinasi wisata masih butuh sentuhan.

Hal itu diakui Sekda Kota Tanjungpinang, Riono. Ia menganggap destinasi wisata berbasis alam berada di daerah Kabupaten Bintan, karena yang berada di sekitar kota adalah buatan manusia.

"Destinasi wisata yang berkaitan dengan sejarah China itu bentuknya man made, ada di sekitar kota. Untuk kesenian dan oleh-oleh kami merasa kurang kreatif dan inovatif. Bukan tidak ada, ada tapi belum digarap maksimal," ucap Riono di Hotel Aston, Jl Adi Sucipto, Kota Tanjungpinang, Sabtu (17/12/2016).

Namun begitu, pihaknya berterima kasih kepada perusahaan penerbangan Citilink yang akan menghadirkan wisatawan mancanegara secara langsung ke daerahnya. Pihaknya akan berusaha menjamu wisatawan dengan pembenahan yang akan berjalan beriringan.

"Kami sangat mendukung apa yang di lakukan Citilink karena dapat mendongkrak ekonomi masyarakat. Kita akan antisipasi dengan menyiapkan sebaik-baiknya perbaikan sarana prasarana. Mulai dari jalan yang masih kecil, sosialisasi masyarakat menjaga ketertiban agar memberikan kesan baik," kata Riono.

Menurut dia, kalau wisatawan tidak nyaman di daerahnya maka stigma negatif akan tertanam saat wisatawan asing kembali pulang. Ia ingin tiap wisatawan yang datang menginap sehari untuk mengenal lebih jauh daerahnya.

"Termasuk wisatawan Nusantara bermalamlah semalam di sini agar mengenal kita lebih dekat. Kita sudah merencakan dan membuat strategi. Karena kesannya mendadak, kami bertahap saja. Mana yang perlu perbaikan maka kita lakukan," ungkap Riono.

Lebih jauh, terbatasnya orang sadar dan mengerti bahasa asing menjadi kendala tersendiri. Akan tetapi dari sisi akomodasi hotel ia sudah minta bersiap.

"Saya pesannya ke masyarakat jangan cuma aji mumpung menaikkan harga. Karena harapan kami bukan jangka pendek. Kita sudah menargetkan 7 ribu turis datang kesini sampai Maret," jelas Riono

Data dari AP II, perusahaan penerbangan seperti Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air sudah beroperasi di wilayah ini. Kurang lebih 500 orang berlalu lalang perharinya dan terus mengalami peningkatan dengan operasional Bandara Haji Fisabililah hingga pukul 19.00 WIB. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA