Dari informasi yang tertera pada laman media sosial Kementerian Pariwisata, Selasa (20/12/2016) kalangan para pelaku industri perhotelan di Yogyakarta memasang target okupansi untuk libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017 hingga 90 persen. Target itu dirasa optimis.
"Natal dan tahun baru itu jadi rejekinya hotel. Mayoritas hotel berani mematok target okupansi hingga 90 %," ujar Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, Istijab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TPK hotel non bintang/akomodasi juga sama, angkanya mencapai 29,63 persen. Presentase itu mengalami kenaikan sebesar 2,41 poin dibandingkan September 2016 yang mencapai besaran angka 27,22 persen.
Length of Stay tamu di hotel bintang di Yogyakarta juga ikut naik. Hingga Oktober 2016 jumlahnya ada di kisaran 1,66 malam, atau mengalami kenaikan sebesar 0,03 malam bila dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan sebelumnya.
Rata-rata tamu menginap terlama 1,94 malam terjadi pada hotel bintang empat sedangkan tersingkat 1,48 malam pada hotel dua dan bintang tiga. Pada hotel non bintang akomodasi lain rata-rata lama menginap 1,14 malam, mengalami kenaikan sebesar 0,02 malam jika dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah tamu yang menginap di hotel di Yogyakarta selama Oktober 2016 tercatat sebanyak 416.097 orang, terdiri dari 397.082 orang wisatawan domestik dan 19.015 orang tamu mancanegara. Dari jumlah tersebut menginap di hotel bintang sebanyak 189.750 orang dan 226.347 orang menginap di hotel non bintang/akomodasi lain. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru