Seperti rilis yang diterima oleh detikTravel dari Kemenpar, Kamis (22/12/2016), Wisata Halal Indonesia sukses menyapu bersih 12 kategori dari 16 item yang dilombakan dalam World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, UEA, 24 Oktober-25 November 2016 lalu. Indonesia sudah sukses mendobrak pintu 'Halal Tourism' ke pentas dunia. Pekerjaan pelaku bisnis Pariwisata yang ada di bawah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) adalah menindaklanjuti dengan berbagai paket menarik.
"Kita fokusnya menyikapi kemenangan wisata halal. Ingat loh, ini bukan hanya sebuah penghargaan, tapi sebuah tanggung jawab yang berat dan besar bagi organisasi kami," ujar Asnawi Bahar, Ketua ASITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus bisa menjawab dunia untuk penghargaan-penghargaan itu. Kita harus munculkan kompetensi penghargaan-penghargaan dan piala itu dengan standard global," ujar Asnawi.
Menurut Asnawi, pihaknya akan meningkatkan pelayanan yang berstandar global, meningkatkan profesionalisme anggotanya. Selain itu, Indonesia juga harus memahami latar belakang calon Wisman yang mayoritas dari negara muslim dan timur tengah.
"Kita harus menciptakan pelayanan manajemen agar terjadi finishing good. Karena walaupun pesan perjalanan wisata melalui digital, ujung-ujungnya pasti akan ketemu juga dengan anggota kami dalam hal ini biro perjalanan. Jadi kami berada di depan, dan itu harus menjadi andalan dan berkesan bagi Wisman. Anggota ASITA harus empiris di lapangan terutama kepada Wisman yang mencari Indonesia dengan wisata halal-nya," kata Asnawi.
Apa langkah konkrit yang akan dilakukan? Asnawi menambahkan pihaknya akan langsung menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di seluruh Indonesia. Pertama, memahami produk dan bertukar produk serta menguasai produk, ini demi target kunjungan Kemenpar di tahun 2017 yaitu 15 juta Wisman dan tahun 2019 sebanyak 20 juta Wisman.
Sedangkan untuk urusan eksternal, pihaknya akan terus melakukan promosi bersama Kemenpar. Selain akan menebar Wonderful Indonesia ke seluruh dunia, pihaknya juga akan fokus melakukan promosi WHTA 2016 dan menyasar negara-negara yang kompeten.
Di tahun 2017, ASITA bersama Kemenpar akan melaksanakan roadshow ke China terkait dengan promosi dan menyambut WHTA. Asal tahu saja, imbuh Asnawi, rencananya akan ada 8 Roadshow di tahun 2017, 4 kali bersama Kemenpar dan 4 kali ASITA sendiri.
"Setiap kami Roadshow di tahun 2016, setiap pulang pasti bawa tamu atau yang confirm sebanyak 50 ribu Wisman. Nah, jika setiap orang mengeluarkan uang sebesar 1200 dolar, maka asumsinya akan masuk Rp 10 miliar. Padahal modal kami sekali Roadshow itu hanya Rp 1 Miliar. Hal ini akan kami genjot terus di tahun 2017 ke negara-negara lain juga demi target Pariwisata Indonesia. Banyak agenda internal dan eksternal yang sudah kami siapkan semua terkait dengan menggenjot kunjungan dan memperbaiki sumber daya manusia di anggota ASITA," katanya.
ASITA adalah industri yang menjadi ujung tombak pariwisata. ASITA akan terus memberikan kemudahan pelayanan, memperlihatkan kepada dunia bahwa wisata sangat terbuka untuk Indonesia. ASITA juga akan bertanggung jawab terhadap service wisman dan terus meningkatkan pelayanan bagi wisatawan yang datang ke tanah air.
(bnl/bnl)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Struk Belanja Taiwan Bisa Bikin Turis Jadi Orang Kaya Mendadak!