Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebagai pelaku bisnis pariwisata telah menyusun strategi untuk ikut berkontribusi dalam pencapaian target kunjungan 15 juta wisman 2017 dan 20 juta tahun 2019. Tak hanya saat peak season di musim liburan, PHRI punya cara untuk menggaet turis kala low season.
"Justru di sini tantangan untuk kami, pelaku industri pariwisata dan kami sambut tantangan Kemenpar untuk merealisasikan target 15 juta di 2017. Tentu saja kami akan implementasikan lebih rinci di lapangan, dengan segala skema yang sudah kami buat," ujar Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani dalam rilis kepada detikTravel, Kamis (22/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling efektif adalah kita akan melakukan program dengan bank untuk mempersiapkan pembayaran wisata bagi wisman, ini agar semua bisa berjalan lancar," ucapnya.
PHRI juga membuat nota kosepahaman dengan PT Angkasa Pura II (AP II). Nota kesepahaman tersebut antara lain tentang kerjasama promosi bersama (joint promotion) untuk mempromosikan pariwisata dan perhotelan Indonesia kepada pasar internasional dan domestik di area 13 bandara yang dikelola oleh AP II.
"Nota kesepahaman itu poinnya pada pertukaran data dan informasi, peningkatan frekuensi kunjungan wisman (inbound) ke Indonesia khususnya melalui bandara yang dikelola PT AP II, serta partisipasi pada event pawisata dan perhotelan internasional maupun domestik," bebernya.
Kemudian untuk low season pada Januari hingga Maret 2018, pihaknya akan menyambut wisatawan dengan tagline program Visit Indonesia. Haryadi mengaku sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait agar mampu merealisasikan target, dengan membuat paket-paket semenarik mungkin.
"Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak. Untuk tahun 2018 di Januari dan maret 2018 akan kami buka Visit Indonesia di low season. Karena pak menteri sangat teliti dan terukur, maka akan kita buktikan di low season," ujar Haryadi.
Pihak-pihak yang dilibatkan mulai dari maskapai penerbangan asing dan dalam negeri, hotel, restoran, hingga biro perjalanan. Mengenai pemilihan kota hingga saat ini masih dalam pembahasan.
Menurutnya, kota-kota yang ingin terlibat harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan seperti sarana dan prasarana penunjang termasuk hotel, restoran, destinasi yang menarik, aksebilitas, hingga faktor keamanan wisatawan.
Haryadi memaparkan, saat ini total kamar yang dimiliki adalah 507 ribu kamar. Kalau seandainya rata-rata kamar Rp 500 ribu, maka akan ada angka Rp 1,3 Triliun uang masuk ke Indonesia.
"Maka dari itu di tahun 2017 dan 2018 nanti kita semua harus kompak dan mengisi event-event yang bagus. Dukungan kami akan tetap kami pegang teguh kepada semua usaha Pariwisata yang ada, dalam arti lain menerima tantangan Kemenpar," kata Haryadi. (krn/krn)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru