Kadisbudpar Badung, Tjokorda Raka Darmawan mengatakan Bali ditarget mendapatkan 8 juta wisman tahun 2019. Tahun 2016 sudah dapat 4,6 juta wisman atau naik 20 persen dari 2015.
Kabupaten Badung yang memanjang dari utara Seminyak sampai selatan Uluwatu adalah tempat berkumpulnya mayoritas hotel di Bali. Bali punya 130 ribu kamar hotel dan 75 ribu kamar ada di Badung. Meski begitu, Badung tidak akan menyetop pembangunan pariwisatanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu sebabnya menurut dia pembangunan pariwisata tetap dilanjutkan, karena mengalir uangnya ke kabupaten tetangga untuk mengurus destinasinya. Wisatawan menginap di Badung tapi berwisata di Ubud, Karangasem, Lovina dan lain-lain daerah di Bali. Bahkan Badung masih berencana menambah destinasi baru.
"Kami target tiap tahun ada 1 destinasi baru. Total sudah ada 36 objek wisata dan 11 desa wisata," jelasnya.
Darmawan juga menyambut positif munculnya hotel baru seperti Movenpick Resort & Spa Jimbaran. Dia tidak kuatir Kabupaten Badung kebanyakan hotel.
"Kita nggak bicara moratorium hotel demi penyerapan tenaga kerja dan investisi. Tapi kita menata dan mengawasi. Membatasi dari luas tanah minimal 5.000 m2. Kalau Kuta Utara minimal 7.500 m2, kalau Kuta Selatan minimal 1 hektar. Ini untuk mengerem, kalau tidak hotel bujet akan berkembang," kata Darmawan.
Darmawan menegaskan masih ada ruang untuk berkembangnya pariwisata di Badung. Meski begitu Darmawan mengingatkan pelaku usaha pariwisata memberikan sertifikasi pekerja pariwisata.
"Kita membantu 800-1.000 orang pertahun mendapatkan sertifikasi," tutupnya. (bnl/bnl)










































