Membuat paspor ternyata tidak semudah yang ada di dalam bayangan. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Nancy Holten (42), seorang wanita kelahiran Belanda yang sudah 34 tahun tinggal di Swiss. Bahkan Nancy sudah memiliki 2 orang anak, yang keduanya berkewarganegaraan Swiss.
Namun keinginan Nancy untuk membuat paspor Swiss ternyata mesti menemui halangan. Itu karena otoritas setempat dimana dia tinggal tidak mengabulkan keinginan Nancy. Hal tersebut disebabkan karena Nancy dianggap sangat menyebalkan di lingkungan perumahan dimana dia tinggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalahnya di daerah Gips-Oberfrick dimana Nancy tinggal, masih menjunjung tinggi nilai-nilai serta tradisi yang diwariskan nenek moyang mereka. Tradisi itu termasuk menggembala sapi, berburu, sampai adu balap babi. Sementara Nancy menentang itu semua, karena menurutnya kegiatan itu menyiksa hewan.
Media News Australia menulis, oleh para tetangganya Nancy disebut sebagai 'Si Mulut Besar', akibat sering protes tentang semua hal. Nancy pernah protes soal bunyi lonceng gereja yang dianggapnya terlalu bising, sampai pernah juga protes soal penggunaan lonceng kecil yang biasa digantungkan di leher sapi. Menurut Nancy, lonceng kecil itu bisa mempengaruhi kesehatan sapi-sapi tersebut.
"Komite Gips-Oberfrick memutuskan tidak akan memberikan 'hadiah' berupa Kewarganegaraan Swiss, jika dia tetap mengganggu kami dan tidak menghargai tradisi kami," ujar Tanja Suter, politisi lokal Gips Oberfrisk Swiss seperti dilansir media The Local.
Sementara menurut Nancy sendiri, dia sama sekali tidak bermaksud menyerang tradisi turun temurun warga Swiss. Untuk masalah lonceng sapi, Nancy hanya prihatin akan soal kesejahteraan satwa yang menurutnya akan menurun dengan dipasangnya lonceng sapi tersebut. Nancy pun mengaku akan mencoba melamar lagi untuk mendapat paspor dan kewarganegaraan Swiss.
"Banyak orang berpikir aku menyerang tradisi mereka, padahal kenyataannya tidak demikian. Aku tumbuh besar di sini dan merasa sangat dekat dengan Swiss. Aku ingin jadi warga negara Swiss karena merasa inilah rumahku yanng sebenarnya," ucap Nancy seperti ditulis media The Local.
Untuk mendapat paspor dan kewargenagaraan Swiss, traveler memang diharuskan memenuhi beberapa persyaratan, serta berhasil lulus dalam tes lisan maupun tertulis. Sebelum kasus Nancy, ternyata ada juga traveler yang ditolak saat membuat paspor hanya gara-gara dia tidak bisa menyebutkan nama-nama danau di provinsi dia tinggal. Ada-ada saja! (wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru