Seperti yang diterima detikTravel dalam rilis Pemkab Purwakarta, Sabtu (4/2/2017) Pasir Langlang, merupakan sebuah kawasan hutan pinus di selatan Purwakarta. Pasir yang adalah bahasa sunda memiliki arti bukit, sedangkan Langlang merupakan istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada suasana pengembaraan.
Kawasan wisata yang terletak di perbukitan Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiarapedes ini menyajikan deretan pohon pinus yang masih asri.Udara yang menyegarkan akan menyambut siapa pun yang datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemandangan hutan pinus Foto: dok. Pemkab Purwakarta |
Traveler yang mau bersantai dengan di antara pohon bisa menyewa hammock dengan tarif Rp 15.000. Kursi kayu yang instgrammable juga sudah disediak untuk istirahat.
Julia, salah seorang pengunjung Pasir Langlang ini misalnya, saat ditemui hari ini usai berfoto dengan teman-temannya mengatakan bahwa ia sudah dua kali datang menikmati hutan pinus di wilayah ini. Ia mengaku merasakan ketenangan saat berada diantara pohon-pohon pinus di tempat tersebut.
"Enak aja suasananya, tenang, nyaman, udaranya sejuk. Kapan-kapan nanti mau coba kemping, belum sempat karena belum libur sekolah," ujar Julia.
Bentang alam hijau jadi suguhan utama Foto: dok. Pemkab Purwakarta |
"Kalau sehari-hari saya lihat kebanyakan remaja dan pecinta alam ya. Sering juga ada yang pre-wedding disini," ujar perwakilan Saung Gede, Nandang Mulya Nugraha
Di lihat dari atas, kawasan ini terlihat seperti toping hijau yang menutupi permukaan tanah. Hal ini karena masyarakat setempat dilarang menebang pohon yang tumbuh di kawasan tersebut, mereka hanya dibolehkan memungut ranting kayu yang jatuh untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak sehari-hari. (bnl/bnl)












































Pemandangan hutan pinus Foto: dok. Pemkab Purwakarta
Bentang alam hijau jadi suguhan utama Foto: dok. Pemkab Purwakarta
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama