Penat di Kota? Yuk Kemping ke Hutan Pinus di Purwakarta

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Penat di Kota? Yuk Kemping ke Hutan Pinus di Purwakarta

Bona - detikTravel
Sabtu, 04 Feb 2017 14:58 WIB
Penat di Kota? Yuk Kemping ke Hutan Pinus di Purwakarta
Foto: dok. Pemkab Purwakarta
Jakarta - Traveler yang penat dengan suassana kota bisa menyegarkan pikiran sejenak di Purwakarta saat Weekend ini. Terletak di daerah perbukitan, ini Pasir Langlang.

Seperti yang diterima detikTravel dalam rilis Pemkab Purwakarta, Sabtu (4/2/2017) Pasir Langlang, merupakan sebuah kawasan hutan pinus di selatan Purwakarta. Pasir yang adalah bahasa sunda memiliki arti bukit, sedangkan Langlang merupakan istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada suasana pengembaraan.

Kawasan wisata yang terletak di perbukitan Desa Pusaka Mulya Kecamatan Kiarapedes ini menyajikan deretan pohon pinus yang masih asri.Udara yang menyegarkan akan menyambut siapa pun yang datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencapai destinasi wisata ini, traveler dapat memulai perjalanan dari Jalan Kapten Halim Purwakarta menuju arah Wanayasa. Kemudian melewati pasar setempat hingga sampai ke Gapura Desa Pusaka Mulya, Kiarapedes. Setelah berjalan lurus dari gapura tersebut, wisatawan akan menemukan petunjuk jalan menuju kawasan Wana Wisata Pasir Langlang Panyawangan Purwakarta.

Pemandangan hutan pinusPemandangan hutan pinus Foto: dok. Pemkab Purwakarta
Uang sebesar Rp5 ribu harus disiapkan untuk membeli tiket masuk. Sementara jika berminat untuk menikmati Kemping ground traveler harus membayar tiket sebesar Rp 10.000 plus Rp330 ribu untuk biaya sewa guide, tenda, sleeping bag, matras, dan satu set alat masak.

Traveler yang mau bersantai dengan di antara pohon bisa menyewa hammock dengan tarif Rp 15.000. Kursi kayu yang instgrammable juga sudah disediak untuk istirahat.

Julia, salah seorang pengunjung Pasir Langlang ini misalnya, saat ditemui hari ini usai berfoto dengan teman-temannya mengatakan bahwa ia sudah dua kali datang menikmati hutan pinus di wilayah ini. Ia mengaku merasakan ketenangan saat berada diantara pohon-pohon pinus di tempat tersebut.

"Enak aja suasananya, tenang, nyaman, udaranya sejuk. Kapan-kapan nanti mau coba kemping, belum sempat karena belum libur sekolah," ujar Julia.

Bentang alam hijau jadi suguhan utamaBentang alam hijau jadi suguhan utama Foto: dok. Pemkab Purwakarta
Sementara itu, Saung Gede, pengelola hutan pinus tersebut menyebutkan bahwa rata-rata wisatawan berasal dari segmen remaja. Para pecinta alam juga sering menjelajahi hutan ini.

"Kalau sehari-hari saya lihat kebanyakan remaja dan pecinta alam ya. Sering juga ada yang pre-wedding disini," ujar perwakilan Saung Gede, Nandang Mulya Nugraha

Di lihat dari atas, kawasan ini terlihat seperti toping hijau yang menutupi permukaan tanah. Hal ini karena masyarakat setempat dilarang menebang pohon yang tumbuh di kawasan tersebut, mereka hanya dibolehkan memungut ranting kayu yang jatuh untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak sehari-hari. (bnl/bnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads