Harapan dari Liburan Raja Arab ke Bali

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Harapan dari Liburan Raja Arab ke Bali

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 24 Feb 2017 07:25 WIB
Harapan dari Liburan Raja Arab ke Bali
Foto: Raja Salman (Reuters)
Jakarta - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz akan liburan ke Bali usai kunjungan kenegaraan di Jakarta. Inilah harapan dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Raja Salman akan membawa 1.500 orang, 10 menteri dan 25 pangeran ke Indonesia. Dia melakukan kunjungan kenegaraan tanggal 1-3 Maret 2017, kemudian sampai tanggal 9 Maret akan liburan ke Bali.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengaku senang dengan kunjungan Raja Arab yang berlibur ke Bali. Khususnya untuk pariwisata Bali itu sendiri, serta untuk pariwisata Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Liburan Raja Salman ke Bali, itu sangat bagus buat Bali dan Pariwisata Indonesia. Ketika Raja Arab memutuskan untuk berlibur di Bali, sudah pasti bakal menjadi perhatian publik dunia, terutama dari negara-negara Arab, yang menjadi salah satu target market promosi pariwisata Indonesia," papar Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada detikTravel, Jumat (24/2/2017).


Arief menambahkan, market wisata halal terbesar di dunia adalah Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah. Dalam setahun, outbound (perjalanan ke luar negeri) para turis asal Timur Tengah lebih dari 100 juta orang.

"Raja Arab Saudi itu bisa menjadi endorser yang istimewa, seorang raja, pemimpin dan panutan negara, orang nomor satu, yang semua perilakunya akan diikuti oleh rakyatnya," tutur Arief.

BACA JUGA: Raja Salman Mau ke Bali, Turis Arab Saudi Akan Makin Tertarik ke Indonesia

Terakhir, liburan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz bakal diliput oleh berbagai media internasional. Itu merupakan momentum yang tepat untuk mempromosikan pariwisata Pulau Dewata dan Indonesia.

"Sebagai tokoh dunia, kehadiran Raja Salman itu sudah pasti akan diliput oleh media internasional, termasuk media di Arab. Ini akan memiliki media value yang tinggi, indirect impact-nya sangat besar bagi pariwisata Indonesia," pungkas Arief. (aff/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads