Berdasarkan rilis yang diterima dari Kemenpar, Jumat (3/3/2017) tarian tersebut sempat dipertontonkan di Lapangan Batu Cermin Manggarai Barat, NTT, dalam rangkaian acara Festival Komodo 2017 sekitar pertengahan bulan lalu.
Acara yang digelar tersebut merupakan perhelatan bagian dari rangkaian Festival Komodo 2017 yang juga didukung Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar yang sudah dimulai sejak 4 Februari sampai dengan acara puncaknya yang akan jatuh pada tanggal 4 Maret 2017, mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami beruntung memiliki tarian yang sangat unik, menegangkan dan menarik ini, atraksi menjadi andalan kami di setiap desa di NTT. Tari Caci sangat melegenda dan yang paling utama adalah mampu mendatangkan banyak wisatawan saat tarian ini digelar," ujar Agustinus dalam pagelaran tersebut.
Seperti diketahui, Labuan Bajo adalah ibukota Manggarai Barat. Tari Caci yang merupakan bagian dari budaya lokal tentu juga dapat menarik minat wisatawan untuk datang.
"Nah, tarian Caci ini juga harus terus mendunia. Harus terus diviralkan ke dunia sebagai atraksi yang sangat seru untuk disaksikan oleh Wisman maupun Wisnus selain kita juga terus mempromosikan indahnya Labuan Bajo," ujar Agustinus.
Tari Caci memang menarik. Penari laki-laki membawa cambuk dan perisai untuk melindung badan. Atraksinya sangat menegangkan, karena cambuk yang terbuat dari Kulit Kerbau itu dimainkan dengan keras dan cepat.
Tidak jarang para penari terluka karena cambukan. Tarian sangat menegangkan namun tetap dilindungi dengan aturan yang baik untuk menjaga keselamatan para penari. Sangat menantang! (wsw/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama