Soal Pariwisata, Indonesia Harus Belajar Banyak dari Seychelles

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Soal Pariwisata, Indonesia Harus Belajar Banyak dari Seychelles

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Rabu, 08 Mar 2017 17:40 WIB
Soal Pariwisata, Indonesia Harus Belajar Banyak dari Seychelles
Foto: (Randy/detikTravel)
Jakarta - Negara kepulauan Seychelles di Afrika dikenal maju berkat pariwisata. Mirip secara geografis dan nasib, Indonesia pun bisa belajar banyak dari Seychelles.

Tidak jauh beda dengan Indonesia, Republik Seychelles di Afrika juga merupakan negara kepulauan. Walau jumlah pulau dan budayanya tidak sebanyak di Indonesia, tapi Seychelles dapat melesat sebagai negara dengan pendapatan per kapital tertinggi di Afrika berkat sektor pariwisata. Tentu ada hikmah yang bisa dipelajari.

"Pariwisata Seychelles dan Indonesia kita sama-sama negara kepulauan, sama-sama berada di Lautan Hindia, sebagai negara yang kecil ekonomi kita bisa baik dari pariwisata, mengandalkan pulau," ujar Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito pada detikTravel di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi traveler yang belum tahu, Republik Seychelles kerap didatangi oleh selebriti dunia dan orang papan atas untuk liburan atau bulan madu. Pulau indah yang dibalut oleh fasilitas mewah dan terjaga baik terbukti dapat menarik wisatawan kelas atas untuk datang berkunjung.

"Pulau kita awalnya juga susah dicapai, bagaimana kita bisa buat pulau itu didatangi berpuluh-puluh pesawat berbadan lebar 1 hari, bagaimana kita dapat mengangkat pariwisata yang kira-kira 5x jumlah penduduk," ujar Nico.

Namun tidak hanya fokus pada pembangunan, Republik Seychelles juga sangat concern dengan lingkungan yang mereka tempati. Selain menata pulau dengan baik, setiap pribadi yang ada di sana juga sangat sadar kebersihan dan menjaga alam dengan sepenuh hati.

"Masyarakat Seychelles mau yang muda sampai tua sadar, bahwa kita hidup di alam yang terbatas, kalau kita tidak jaga alam ini semua, tidak ada tempat pergi lagi dan kita harus rawat," ujar Nico.

Kabar baiknya, Republik Seychelles tengah bekerjasama dengan sejumlah negara kepulauan di Lautan Hindia. Lewat program 'Vanilla Island Resort', Seychelles ingin mengajak sejumlah negara kepulauan yang dahulunya merupakan penghasil rempah untuk bersatu. Tidak terkecuali Indonesia.

"Seycheles sudah menciptakan program bersama pulau-pulau di Lautan Hindia, namanya Vanilla Island Resort, kenapa kita sebut vanilla? Karena vanilla itu rempah-rempah, negara-negara penghasil rempah Seychelles, Pulau Reunion, Komoros, Madagaskar, Zanzibar, itu dulu datangkan ke Indonesia, kenapa kita nggak bangun kembali semangat itu," ujar Nico.

Dalam bentuk nyata, Republik Seychelles telah memulai penjajakan dengan sejumlah pemkab di Indonesia. Rencananya, perwakilan Republik Seychelles akan membantu sejumlah pemkab di Indonesia untuk membenahi sejumlah pulau agar lebih siap dibangun pariwisatanya. Tujuannya untuk menarik wisatawan dan membuat 'Seychelles' lain.

"Daripada mengembangkan 1 Seychelles, tidak salah kan kita mengembangkan banyak Seychelles di Indonesia, membantu pulau-pulau kecil di indonesia yang masih dianggap orang pulau nasibnya susah saja, padahal pulau di indonesia cantik, bagus, indah, apa salahnya kita bagi daerah kita, marketing kita, pengalaman desain, ini kan jadi menguntungkan," tutup Nico. (rdy/krn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads