Tuan Rumah Sail Sabang 2017: Pulau Kami Aman, Nyaman, Juga Indah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tuan Rumah Sail Sabang 2017: Pulau Kami Aman, Nyaman, Juga Indah

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Rabu, 29 Mar 2017 15:30 WIB
Tuan Rumah Sail Sabang 2017: Pulau Kami Aman, Nyaman, Juga Indah
Foto: Konferensi pers Sail Sabang 2017 di Jakarta (Masaul/detikTravel)
Jakarta - Pulau Sabang siap menjadi tuan rumah Sail 2017. Keindahan pulau itu pun siap untuk dieksplorasi bagi para turis.

Disebutkan Wali Kota Sabang, Zulkifli Adam, bahwa wilayahnya sudah dikenal tahun 1414. Zaman dulu pulau ini menjadi pintu bagi para pedagang internasional yang akan masuk ke Indonesia.

"Kami hanya perlu dipromosikan bahwa pulau yang terletak di Aceh ini sangat aman dan nyaman juga indah. Kita akan rapatkan dengan warga untuk menyambut turis pada ajang ini," kata Zulkifli di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (29/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pulau kecil itu sudah lengkap destinasinya. Ada air terjun, pantai dan karang yang indah. Di sana sangat minim tindak kriminal," ucap dia menambahkan.

Zulkifli menambahkan bahwa sudah ada penerbangan langsung dari maskapai Wing Air perminggu 4 kali dari Medan. Jika ada Sail Sabang, penerbangan tersebut akan diusahakan adanya penambahan.

"Terkait akomodasi kami ada homestay sebanyak 1.500 rumah warga dan hotel 1.200 kamar. Turis yang paling banyak dari Medan dan lainnya. Ada pula wisman itu dari Eropa, seperti Swedia, Norwegia, Irlandia, dan Timteng," urai Zulkifli.

Selama berlangsungnya sail, pemerintah sudah mengantisipasi agar daerah untuk diving, snorkeling, terpisah dari jalur pelayaran. Sebanyak 37 ribu penduduk Pulau Sabang dipastikannya berpatisipasi dalam hajatan nasional ini.

"Target kita orang Indonesia ke Sabang. Wisman juga tahu indahnya Sabang. Bagaimana Sabang dikenal sebagai sebuah pulau yang indah dari yachter yang biasa di Phuket dan langkawi," kata Zulkifli yang menjelaskan pula bahwa para yachter masuk ke wilayahnya pada bulan 9 dan bisa menginap sebulan atau paling minimal 3 hari. (msl/krn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads