Pariwisata Banyuwangi Tuai Berkah Perayaan Nyepi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pariwisata Banyuwangi Tuai Berkah Perayaan Nyepi

Ardian Fanani - detikTravel
Rabu, 29 Mar 2017 18:10 WIB
Pariwisata Banyuwangi Tuai Berkah Perayaan Nyepi
Foto: Kawah Ijen di Banyuwangi (Afif/detikTravel)
Banyuwangi - Adanya perayaan Nyepi di Bali, membawa berkah tersendiri buat pariwisata Banyuwangi. Di hari itu, wisatawan yang datang ke Banyuwangi lebih banyak dari hari biasa.

Perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1939 di Bali, merupakan berkah bagi destinasi wisata, hotel dan restoran di Kabupaten Banyuwangi. Wisatawan domestik dan mancanegara membanjiri kabupaten yang berjuluk 'Sunrise of Java' ini. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih kepada wisatawan domestik dan mancanegara yang sudah mempercayakan liburannya di Banyuwangi.

"Nyepi merupakan berkah bagi wisata di Banyuwangi. Dan ini dinikmati oleh hotel restoran dan destinasi wisata di Banyuwangi. Kita terima kasih kepada wisatawan yang sudah datang ke Banyuwangi," ujar Bupati Anas kepada detikTravel, Rabu (29/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, hunian hotel selama perayaan Nyepi tahun ini mencapai 90 persen. Bahkan salah satu tempat wisata di Banyuwangi, yakni Grand Watudodol sempat kehabisan tiket.

"Ini bukti jika pengembangan pariwisata di Banyuwangi meningkat. Itu di GWD tiket sampai habis. Belum lagi Kawah Ijen dan lainnya. Perayaan Nyepi disambut agen tour and travel dengan menawarkan kegiatan wisata di Banyuwangi," tambahnya.

Tak hanya itu, liburan Nyepi juga dimanfaatkan oleh Pemkab Banyuwangi untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata baru saat ini. Seperti halnya yang dilakukan Bupati Anas, saat libur Nyepi, Selasa (28/3) kemarin, mencoba destinasi wisata Ijen Shelter.

Destinasi wisata di kaki gunung Ijen ini berada di Desa Banjar, Kecamatan Licin. Ijen Shelter adalah fasilitas penunjang pariwisata baru yang dimiliki Banyuwangi yang menawarkan ketenangan khas suasana pegunungan.

Di sana ada penginapan berupa rumah pohon yang dilengkapi dengan restoran. Di rumah pohon yang berkapasitas hingga lima orang itu, wisatawan bisa menginap sambil menikmati indahnya panorama pegunungan. Suara burung, kera, dan hewan lainnya terdengar di rumah pohon itu. Sejuk semilir angin menambah nikmat bersantai.

"Kami terus mendorong pengembangan fasilitas pariwisata seperti ini, yang tidak perlu mewah. Humble tapi berkelas, karena yang seperti ini punya prospek besar. Wisatawan yang meminati cukup banyak, karena anti-mainstream. Banyak lho wisatawan kelas menengah kota-kota besar yang bosan menginap di hotel yang semuanya serba bagus. Terbukti fasilitas yang menawarkan kesunyian seperti ini cukup diminati di Banyuwangi," ujar Anas.

Di fasilitas anyar itu, rumah pohon dikreasi dari limbah kayu, sehingga muncul kesan eksotis. Kamar tidurnya dibuat bertingkat, sehingga bisa menampung lebih dari dua orang. Kamar mandinya dibuat dari batu kali dengan dilengkapi shower.

Selain penginapan, di sana ada fasilitas latihan memanah. Di Banyuwangi, telah ada destinasi wisata yang mengembangkan kawasan memanah. Selain di Ijen Shelter, sebelumnya ada di Karo Adventure yang terintegrasi dengan kawasan arung jeram di Kecamatan Songgon.

Anas mengapresiasi para pengelola wisata di Banyuwangi yang tanggap dengan tren pasar, seperti mengembangkan fasilitas memanah untuk melengkapi destinasinya. Ketika panahan sedang tren, pengelola destinasi langsung menyiapkannya dan mempromosikan ke media sosial.

"Saya kira ini bagus, karena jadi bukti jika pengelola destinasi sudah peka marketing, sehingga bisa menangkap tren pasar. Jadi kalau kita kembangkan wisata ini harus pintar cari posisi dan tangkap peluang," papar Anas. (krn/krn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads