Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau


Senin, 03 Apr 2017 18:10 WIB

TRAVEL NEWS

Tarik Turis di Perbatasan, Destinasi Wisata Kabana Diresmikan

Wahyu Setyo Widodo
Redaksi Travel
Peresmian destinasi wisata budaya Kabana (dok Kemenpar)
Peresmian destinasi wisata budaya Kabana (dok Kemenpar)
Sanggau - Berbagai upaya dilakukan untuk menarik turis di kawasan perbatasan. Yang terbaru, Kemenpar meresmikan destinasi wisata budaya Kabana di Sanggau, Kalbar.

Langkah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengembangkan wilayah cross border terlihat efektif. Bupati Sanggau, Paolus Hadi pun meresmikan destinasi wisata budaya Kabana (Kantu, Benua, dan Istana) untuk menarik wisatawan asal Kuching, Sarawak, Malaysia masuk ke Indonesia.

Adapun sasaran yang diincar adalah komunitas-komunitas otomotif yang gemar melakukan touring. Saat peresmian, hadir komunitas Big Biker sebanyak 38 orang. Komunitas pecinta motor besar ini sengaja datang untuk menyaksikan Parade Seni dan Tradisi untuk memeriahkan perayaan Hari Jadi Kota Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) ke-401 yang digelar 2-8 April 2017.

"Anggota kami banyak, ada ratusan. Sayang paradenya digelar mulai Senin. Jadi banyak yang tidak bisa ikut. Ini yang datang ada 38 anggota. Terima kasih kami telah disambut dengan hangat oleh keraton Sanggau dan masyarakatnya," ungkap Poy, Ketua Big Biker Kuching Sarawak seperti dalam keterangan pers Kemenpar, Senin (3/4/2017).

Kedatangan Big Biker ini disambut di Istana Surya Negara langsung dijamu makan malam. Dalam nuansa ramah tamah yang hangat itu, Bupati Hadi bersama keluarga kerajaan, serta anggita Big Biker menikmati makanan khas Sanggau yaitu Sungkui. Dari perwakilan Kemenpar, hadir Asdep Pengembangan Seqmen Pasar Personal, Kemenpar Ni Putu Gemet Gayatri dan Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Eddy Susilo yang turut menikmati Sungkui.
(dok. Kemenpar)(dok. Kemenpar)


Sungkui merupakan makanan yang paling favorit untuk jamuan acara-acara pesta atau pun di saat hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha di Kabupaten Sanggau. Di kalangan Kerajaan Surya Negara Sanggau, Sungkui merupakan menu wajib.

Pangeran Ratu Surya Negara, Drs Gusti Arman mengungkapkan, Sungkui bukan hanya makanan tradisional biasa. Makanan yang membuat lidah ketagihan ini adalah menu andalan untuk tamu terhormat bagi kerajaan.

"Setiap tamu yang singgah ke keraton, akan disajikan makanan wajib ini. Sebagai bentuk penghormatan kami kepada tamu," kata Gusti Arman.

Makanan khas berbahan nasi ini setelah bentuknya sederhana, lonjong, tipis dan memanjang. Namun, di balik kesederhanaanya itu, makanan ini punya keistimewaan dengan bau harum yang khas. Menjadi sempurna saat memakannya berbarengan dengan opor ayam.

Usai acara makan malam, Bupati Hadi mengajak semuanya ke arena panggung hiburan peresmian destinasi Kabana di pinggir muara sungai Kapuas dan Sekayam. Peresmian dibuka tepat pukul 21.00 WIB dengan tarian kipas dan membunyikan sirine yang diiringi pesta kembang api.

(dok Kemenpar)(dok Kemenpar)


Bupati Hadi berharap, masyarakat setempat turut mengembangkan destinasi Kabana. Dirinya ingin Kelompok Dasar Wisata (Pokdarwis) aktif menggelar atraksi-atraksi budaya agar Kabana makin banyak dikunjungi.

"Masyarakat harus semangat mengembangkan ini. Saya salut tempat yang tadinya kumuh bisa disulap bagus begini. Kalau banyak atraksinya, ditambah makanan khas, saya yakin wisatawan asal Malaysia sebelum ke Pontianak pasti belok ke Sanggau dulu," kata Bupati Hadi.

Hadi juga mengapresiasi pemerintah pusat yang terus membenahi infrastruktur jalan. Bila jalanan sudah bagus, dirinya optimis komunitas-komunitas otomotif dari negeri Jiran melirik Sanggau untuk beristirahat sambil menikmati tempat wisatanya.

Sementara, Asdep Pengembangan Seqmen Pasar Personal, Kemenpar Ni Putu Gemet Gayatri menilai, menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara melalui cross border merupakan langkah yang cukup efektif. Sejak Kemenpar menghidupkan cross border area 2016, mampu menyumbang 3,6% dari total angka kunjungan wisman.

"Tahun ini, cross border area masih menjadi target perolehan wisman. Karena itu, berbagai event digelar untuk menghidupkan wilayah perbatasan dengan berbagai festival. Kemenpar memberi pendukungan penyelenggaraan perayaan Hari Jadi Kota Sanggau ke-401 dengan mendatangkan artis ibukota, Siti Badriah," jelas Gayatri.

(dok Kemenpar)(dok Kemenpar)


Gayatri menambahkan, tahun lalu, Kemenpar juga mendatangkan Siti Badriah dan berhasil mendatangkan turis asal Malaysia hingga 6.000 orang dalam sehari. Dia berharap, penampilan Siti Badriah hari ini, Senin 3 Maret 2017 bisa mendatangkan turis penyeberang lebih banyak lagi.

"Kami memilih artis dangdut Siti Badriah lagi sesuai permintaan pasar di sini. Penampilan Siti Badriah adalah yang paling di tunggu-tunggu oleh masyarakat Malaysia. Malaysia pun banyak yang mengidolakan Siti Badriah," pungkas Gayatri.

Nantinya, panggung yang bisa menampung 15 ribu penonton akan menyambut Siti Badriah di Jalan Komplek Sabang Merah. Artis yang dipuja-puja masyarakat Malaysia tersebut bakal tampil pukul 20.00 WITA selama kurang lebih 1,5 jam.

Selain acara dangdut, HUT Sanggau juga bakal dimeriahkan oleh event-event lainnya yang digeber hingga tanggal 8 April mendatang. Di antaranya, Ritual Adat Melayu, Ritual Adat Dayak menurut Sub Suku Dayak Pangkodan, Ritual Adat Dayak menurut Sub Suku Daya Pompang, Lomba Desain Patung Daranante dan Babai Cinga, Pameran Pembangunan, Lomba Mancing Mania Invitasi Terompang Panjang, Invitasi Sumpit, Makan Berami, Lomba Sampan Ulung Uli, dan Invitasi Gala Hadang.

Kemudian dilanjutkan Festival Olahraga Tradisional, Pagelaran seni Kolaboratif, Pagelaran Bapanok Ajan dan Masak Lemang, Launching Kampung Binua Istana sampai Napak Tilas ke tempat keramat dan makam raja-raja. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Kata Siapa Bali Cuma Pantai?

Minggu, 28 Mei 2017 14:20 WIB

Bali tak cuma punya deretan pantai. Datanglah ke Taman Nasional Bali Barat dan naik ke atas menaranya, untuk melihat panorama indah.

Tak Mau Pulang dari Lailiang

Minggu, 28 Mei 2017 08:55 WIB

Pantai Lailiang di Sumba Barat, NTT memang sangat elok dipandang. Pantainya bersih, pasirnya putih dan benar-benar bikin tak mau pulang.