Hal tersebut diungkapkan oleh Director of Rooms The Trans Luxury Hotel, Dillie Febrian. Menurutnya, kunjungan turis Arab di The Trans Luxury Hotel sedang meningkat pesat.
"Pertumbuhan turis Arab cukup tinggi antara tahun 2015 dan 2016. Dalam setahun ribuan orang pasti datang ke sini," ujarnya kepada detikTravel di The Lounge, The Trans Luxury Hotel, Jl Gatot Subroto No 289, Bandung, Selasa (4/3/2017) sore kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu, satu bulan lebih kami penuh kunjungan turis Arab. Kami sudah menyiapkan Guest Relation Middle East, tim khusus untuk penerjemah bagi turis Arab dan Timur Tengah. Beberapa penjelasan dalam bahasa Arab juga kami sediakan," paparnya.
Lama waktu bermalam turis Arab di The Trans Luxury Hotel adalah 3-4 hari. Selain menghabiskan waktu di hotel khususnya di kolam renang dengan air terjun buatan dan pasir pantai, mereka juga jalan-jalan keliling Bandung.
"Paling suka mereka ke tempat-tempat dingin seperti ke Puncak, Ciater dan Tangkuban Perahu. Biasanya turis Arab yang datang ke sini modelnya rombongan keluarga. Bapak, ibu dan dua anak," terang Dillie.
The Trans Luxury Hotel baru-baru ini pun memenangkan penghargaan dari World Halal Tourism Awards dan TripAdvisor dalam kategori hotel keluarga terbaik. Untuk kunjungan turis sendiri, turis dari Malaysia dan Singapura yang bermalam di The Trans Luxury Hotel masih jadi yang juara. Namun bukan tak mungkin, turis Arab bisa menyalipnya. (aff/krn)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru