Menpar Sambut Dubes AS Bicara Soal Sampah di Tempat Wisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menpar Sambut Dubes AS Bicara Soal Sampah di Tempat Wisata

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Senin, 10 Apr 2017 17:45 WIB
Menpar Sambut Dubes AS Bicara Soal Sampah di Tempat Wisata
Foto: (Ahmad Masaul/detikTravel)
Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut Dubes AS yang baru, Joseph R Donovan. Mereka membicarakan kerjasama, seperti pengelolaan sampah di tempat wisata.

Sebagai Dubes AS yang baru, Joseph memang berkunjung ke menteri-menteri RI termasuk Menpar. Saat di Kemenpar (Kementerian Pariwisata), dia menanyakan 10 destinasi prioritas Indonesia atau sepuluh Bali baru.

"Yang spesifik mengenai sampah. Kemungkinan akan ada bantuan teknis, USAID atau apa. Pemberian penanggulangan sampah. Karena sampah menjadi tantangan terbesar pariwisata di Indonesia," kata Arief seusai pertemuan tertutup kepada wartawan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (10/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti kita ketahui, ranking kita di enviromental sustainability selalu di bawah 100 dari 141 negara. Itu report yang dikeluarkan oleh World Economic Forum," lanjut Arief.

Mengingat ranking itu, kata Arief, Indonesia pada tahun 2018 mempunyai 2 event yang besar. Satu di Jakarta dan Palembang, yakni ASEAN Game.

"Kedua, ada annual meeting IMF World Bank di bulan Oktober 2018. Even ini akan kita gunakan sebagai momentum untuk membuat Bali itu menjadi bersih menjadi tuan rumah yang bagus," jelas Arief.

Menyoal kesepakatan kerjasama dengan AS, Arief menyarankan pelaksanaannya di Bali dan dua tempat lainnya dari destinasi prioritas. Nantinya, AS akan membantu dalam hal teknologi ramah lingkungan untuk mengelola sampah di destinasi itu.

"Saya menyarankan selain Bali itu tiga dari 10 destinasi. Karena kita sudah kerjasama dengan World Bank, yaitu Danua Toba, Borobudur, dan Mandalika lombok. Kalau sudah kerjasama dengan World Bank, AS akan lebih mudah nanti kalau akan membantu teknologi atau teknis dengan World Bank," urai dia.

"Jadi mereka pengalaman dalam hal sama. Pasti teknologi apa yang bisa digunakan kalau ada investor tertarik pengelolaan sampah juga akan bagus untuk Indonesia," tambah dia lagi.

Untuk realisasi bantuan AS itu, Menpar menyebut momentumnya saat Bali melakukan pertemuan IMF pada Oktober 2018. Lalu untuk yang 3 destinasi prioritas seharusnya cepat dilaksanakan, karena kerjasama dengan World Bank sudah efektif pada bulan Juli 2017 ini.

Sekadar diketahui, tercatat turis dari AS pada tahun lalu dari angka 260 menjadi 300 ribu orang. Tahun ini ditargetkan wisman dari AS dapat meningkat 25 persen menjadi 375 ribu dengan tujuan utamanya adalah Pulau Bali.

"Pembicaraan terakhir mengenai direct flight ke AS. Kita ada rencana Garuda akan seperti dulu dari Indonesia-Jepang-Los Angeles. Sekarang menurut info belum dapat izin transit di Jepang," pungkas Arief. (msl/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads