Mereka tiba Rabu (12/4) malam dan langsung menuju salah satu hotel di jantung kota Filipina. Perjalanan mereka masih bersama AntaVaya Tour & Travel.
"Enggak beda jauh dengan Jakarta yang metropolitan. Tapi, Jakarta lebih baik penataannya. Di sini jarang kaki lima dan yang pasti panas. Kalau ke sini siap mental aja berpanas-panasan," kata salah satu d'Traveler 2016 Zudi Susanto, Kamis (13/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pemenang lainnya lagi, Pradikta Kusuma, Manila sekilas terlihat metropolitan dan tak terlalu beda juga dengan Kota Jakarta dan Surabaya. Adapun yang membedakan hanyalah transportasi massal.
"Yang sama di tata kota dan bedanya itu ada alat transportasi bentor tapi tingkat dua, angkotnya ikonik juga dan enggak ada di Indonesia. Jadul tapi khas," ucap Pradikta.
Sedangkan kata Sofian Syafri, Kota Manila memang mirip dengan kota di Indonesia. Ia mengaku tidak kaget dan sudah membayangkan sebelumnya.
"Menariknya Rizal Park enggak jauh dari hotel sebagai objek wisata terdekat bisa dijangkau dengan jalan kaki. Susahnya cari makan. Kangen masakan rumah. Mau makan di pinggir jalan ragu-ragu ke-halalannya dan kebersihannya," urai dia.
"Kalau di Indonesia walaupun warteg masih nyaman. Pakaian penjualnya di sini enggak terlalu bagus. Banyak gembel pengemisnya," tutup Sofian.
Zudi Susanto, Rudi Chandra, Pradikta Kusuma dan Sofian Syafri adalah para pemenang d'Traveler of The Year 2016. Ini merupakan ajang tahunan detikTravel kepada d'Traveler, para travel blogger yang menulis artikel perjalanan dan foto di detikTravel (baca selengkapnya di sini).
Kita tunggu cerita keseruan mereka yang bakal berlayar naik kapal pesiar SuperStar Virgo dari Filipina, Taiwan sampai ke Hong Kong dan bagi kamu yang belum bergabung menjadi d'Traveler, mari bergabung bersama kita. Selain bisa makin eksis karena tulisan kamu akan dibaca banyak orang, detikTravel pun punya beragam kejutan seru! (msl/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru