Momok di Kawasan Wisata Bukit Sikunir: Sampah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pesona Jawa Tengah

Momok di Kawasan Wisata Bukit Sikunir: Sampah

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Senin, 17 Apr 2017 14:15 WIB
Momok di Kawasan Wisata Bukit Sikunir: Sampah
Sampah di Telaga Cebong, Wonosobo (Randy/detikTravel)
Wonosobo - Telaga Cebong di kaki Bukit Sikunir, Wonosobo memang dikenal indah. Namun sayangnya, sampah masih jadi momok di kawasan wisata tersebut.

Hal itu pun dilihat detikTravel ketika berkunjung ke Telaga Cebong langsung usai mendaki Bukit Sikunir yang populer karena sunrisenya pada Senin pagi (17/4/2017).

Tepat di pinggir telaga yang berada persis di samping area camping, tampak sejumlah sampah bekas makanan yang tercecer. Di salah satu sisinya malah tampak sederetan sampah yang tertimbun dan berbau tak sedap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekilas keberadaan sampah itu tidak mengganggu pandangan kamera traveler yang ingin memotret Telaga Cebong, tapi tetap saja tidak nyaman. Hal itu pun diungkapkan oleh salah satu traveler bernama Hamidah yang datang dari Purwokerto.

"Ya terganggu sih, tapi tadi pas di atas (Bukit Sikunir -red) bersih, ini cuma di sini," terang Hamidah.

Tumpukan sampah di Telaga Cebong (Randy/detikTravel)Tumpukan sampah di Telaga Cebong (Randy/detikTravel) Foto: Randy/detikTravel
detikTravel pun tidak menjumpai petugas yang berjaga di lokasi, kecuali beberapa tong sampah berukuran kecil yang berada di belakang area kemping. Adapun baru dijumpai warga yang berjaga di area parkir Telaga Cebong. Ia pun tampak tengah memungut bekas puntung rokok yang berserakan.

"Yang ngurusin tempat itu orang tua, jadi rada susah, sampah warung atas udah dikasih ide buat lubang sampah masing-masing tapi belum pada mau," terang warga setempat yang merangkap petugas parkir, Supri.

Sampah di area kemping (Randy/detikTravel)Sampah di area kemping (Randy/detikTravel) Foto: Randy/detikTravel
Penasaran, detikTravel pun singgah ke rumah Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat yang mengelola kawasan wisata Sikunir dan sekitarnya, Ngaizudin.

"Ini memang yang jadi momok ini masalah sampah, satu minggu ini sampah lebih dari 1 ton khusus wisatawan yang bawa, belum dari penduduk sini," ujar Ngaizudin.

Untu menyelesaikan permasalahan tersebut, Pokdarwis pun sudah meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membuat tempat pengolahan sampah. Untuk saat ini, Pokdarwis memang hanya mempekerjakan empat orang saja untuk memungut sampah.

"Saya minta kerjasama PU untuk tempat pengolahan sampah, semoga bulan-bulan ini bisa terlaksana," tutup Ngaizudin.

Nyatanya sampah memang menjadi momok di banyak tempat wisata di Indonesia, tidak terbatas di kawasan wisata Bukit Sikunir saja. Positifnya, Pokdarwis setempat di Wonosobo sudah sangat melek wisata dan proaktif untuk menangani hal tersebut. Semoga bisa dicontoh oleh daerah lain. (bnl/bnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads