Mengejar Target 20 Ribu Homestay Desa Wisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengejar Target 20 Ribu Homestay Desa Wisata

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 18 Mei 2017 11:15 WIB
Mengejar Target 20 Ribu Homestay Desa Wisata
Suasana Rakornas Pariwisata 2017 di Hotel Bidakara (Afif/detikTravel)
Jakarta - Kemenpar menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) demi mengejar target pariwisata. Terutama, pembangunan 20 ribu homestay di desa-desa wisata.

Rakornas dengan tajuk 'Indonesia Incorporated: 20.000 Homestay Desa Wisata Pada Tahun 2017' itu berlangsung di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Dihadiri oleh kementerian lain seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi lalu Kementerian BUMN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta beberapa stakeholder di bidang pariwisata dan para pengelola desa wisata dari Jawa Tengah sampai Lombok.

Rakornas yang dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, bakal berlangsung sampai Jumat (19/5) besok. Dalam pembukaannya, Arief menegaskan peran penting suatu homestay di desa wisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita punya target membangun 20 ribu homestay di 2017. Indonesia punya 17 ribu pulau dan 75 ribu desa, maka homestay adalah solusinya (untuk akomodasi-red)," ujarnya.

Lewat Rakornas, bakal berlangsung sesi diskusi perihal homestay. Beberapa topik yang akan dibahas yakni legalitas lahan, pengembangan homestay desa wisata, skema pendanaan homestay desa wisata dan skema pengelolaan homestay desa wisata.

"Homestay yang dibangun harus dengan arsitektur Nusantara. Ada kearifan lokal dan membantu masyarakat di sekitar destinasi," kata Arief.

Arief menegaskan, Kementerian Pariwisata akan menjadi penanggung jawab soal pembangunan homestay di desa-desa wisata. Kemudian, masyarakat di suatu destinasi dapat membangun homestay dan dipandu oleh pemda serta kepala desa.

"Bangun hotel bisa bertahun-tahun, bangun homestay paling cepat 6 bulan. Nanti homestay juga kita digitalisasikan dan modelnya sharing economy," pungkas Arief.




(rdy/rdy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads