Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Mei 2017 17:15 WIB

TRAVEL NEWS

Jaranan Buto Banyuwangi Bikin Heboh Pusat Perbelanjaan Malaysia

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Jaranan Buto di Pavilion Kuala Lumpur, Malaysia (Kurnia/detikTravel)
Jaranan Buto di Pavilion Kuala Lumpur, Malaysia (Kurnia/detikTravel)
Kuala Lumpur - Pameran pariwisata Indonesia masih berlangsung di Mal Pavilion Kuala Lumpur, Malaysia. Hari ini, ada atraksi Jaranan Buto yang bikin heboh pengunjung di sana.

Indonesia Street Bukit Bintang Fiesta (ISBBF) 2017 yang diadakan oleh Kemenpar dan KBRI Kuala Lumpur, masih berlangsung hingga hari ini di Pavilion Kuala Lumpur, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia.

Beragam pertunjukan dihadirkan di panggung utama. Salah satu yang begitu menarik perhatian pengunjung adalah Jaranan Buto.

Nah, Jaranan Buto ini merupakan kesenian dari Banyuwangi. Bisa dibilang kesenian ini kombinasi antara budaya Jawa serta bali.

"Untuk di Jawa Timur khususnya di Banyuwangi itu Jaranan Buto. Melihat lokasi Banyuwangi yang strategis antara perbatasan Pulau Jawa dan Pulau Bali, maka Jaranan Buto ini tumbuh dengan mengadopsi kesenian Jawa dan Bali," jelas Irzal Maryanto, pelaku seni dari Banyuwangi yang tergabung dalam Jaranan Buto Sekar Wangi kepada detikTravel, Minggu (21/5/2017).

Pertunjukan kali ini memang ditampilkan oleh grup kesenian Jaranan Buto Sekar Wangi, di mana anggotanya kebanyakan warga Banyuwangi yang merantau di Malaysia.
Aksi grup Jaranan Buto Sekar Wangi (Kurnia/detikTravel)Aksi grup Jaranan Buto Sekar Wangi (Kurnia/detikTravel)


Jaranan Buto yang ditampilkan di ISBBF menceritakan tentang tentara berkuda. Para performer mengenakan pakaian khas dan riasan wajah yang bernuansa merah, hitam dan putih.

"Hari ini nyeritain tentang kegigihan semangat para tentara berkuda. Dari semua gerakan-gerakan ini mencerminkan gerakan semangat juang para tentara berkuda," kata Irzal.

Pertunjukan yang unik ini ditampilkan selama sekitar 20 menit. Jaranan Buto biasanya mencapai 40 menit, namun memang bisa disesuaikan dengan lokasi dan acara.

"Menyesuaikan tempat ya, biasanya standar perform itu 6 orang hingga 8 orang dengan durasi 30-40 menit. Mungkin hari ini 4 dan durasi 15-20 menit," ucapnya.
 Para pemusik yang mengiringi aksi Jaranan Buto (Kurnia/detikTravel) Para pemusik yang mengiringi aksi Jaranan Buto (Kurnia/detikTravel)


Saat Jaranan Buto dimulai, penonton pun makin banyak yang merapat di depan panggung. Tak sedikit yang mengabadikan pertunjukan tradisional ini dengan kamera hingga selesai.

Nah selain di ISBBF 2017, grup Jaranan Buto Sekar Wangi itu sudah sering tampil di berbagai event di Malaysia. Mulai dari pesta rakyat hingga pernikahan warga.

"Banyak acara, selain main di pentas, diundang di kawinan, pesta rakyat," ujar Ahmad Aziz, Ketua grup kesenian Jaranan Buto Sekar Wangi.

Usai atraksi dari Jaranan Buto Sekar Wangi, masih ada deretan penampilan seni dan budaya tradisional di hari terakhir ISBBF 2017. Ada fashion show, perfomance kostum barong dan merak Malang Amore Carnival, hingga tarian tradisional sampai penghujung acara nanti malam. (krn/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED
Mengenal Mandalika

Harapan Traveler dari Mandalika

Senin, 23 Okt 2017 18:52 WIB

Mandalika tengah dikembangkan jadi destinasi wisata kelas dunia. Traveler pun turut menyampaikan harapannya terhadap pengembangan Mandalika.