Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 23 Mei 2017 15:25 WIB

TRAVEL NEWS

Berkah Harga Bensin Turun di Raja Ampat

Ahmad Masaul Khoiri
Redaksi Travel
Ilustrasi Raja Ampat di bagian Teluk Kabui (Masaul/detikTravel)
Ilustrasi Raja Ampat di bagian Teluk Kabui (Masaul/detikTravel)
Waisai - Liburan ke Raja Ampat memang terbilang mahal jika dibandingkan ke luar negeri. Kebijakan pemerintah menyamaratakan harga BBM berhasil membuat ongkos perjalanan di sana jadi lebih murah.

detikTravel beberapa waktu lalu mengunjungi Raja Ampat saat acara Festival Kuliner memperingati HUT XIV. Ada perubahan biaya signifikan akibat turunnya harga BBM. Hal itu pula yang diharapkan masyarakat untuk memicu datangnya wisatawan.

Traveler yang pernah ke Singapura atau Malaysia, coba bandingkan biayanya. Karena pertama kali masuk Raja Ampat, traveler harus membayar tiket masuk kawasan dengan harga Rp 500 ribu per orang.

Tiket ini berlaku selama 1 tahun. Jangka waktu yang panjang jika bulan Januari Anda mendaftar, karena setiap ganti tahun tiket berbentuk kartu ini harus diperpanjang untuk bisa masuk ke kawasan Raja Ampat atau setiap akhir bulan Desember adalah batas waktu aktif kartu.


Snorkeling di Raja AmpatSnorkeling di Raja Ampat (Masaul/detikTravel)

Selanjutnya, traveler yang ingin pergi ke bagian timur Indonesia ini paling tidak harus menyiapkan uang sebesar Rp 12 juta per orangnya. Semakin banyak rombongan maka semakin murah ongkosnya.

Mahalnya liburan ke Raja Ampat disebabkan jarak destinasi wisata dari kota kabupaten terbilang cukup jauh. Semisal, dari Kota Waisai menuju Pianemo perlu perjalanan dengan speedboat sekitar 2 jam.

Sudah pasti perjalanan berjam-jam itu membutuhkan BBM sebagai bensinnya speedboat yang tak sedikit untuk sampai ke sana bukan?

"Biasanya keliling Teluk Kabui itu Rp 4 juta dan Rp 5 juta kalau sampai Pianemu. Itu harga perspeedboat dan bisa diisi minimal 2 orang sampai 10 orang. Itupun bisa dinego ditambah sampai mereka puas," kata salah satu guide lokal bernama Husein Kelderak (39).

"Harga tergantung BBM ya, kalau ke Pianemo itu kan bisa menghabiskan sekitar 200 liter bensin. Untuk yang lebih jauh, seperti ke Wayag sendiri dikenakan tarif Rp 11 juta per speedboatnya," kata dia.


Pasir Timbul Raja AmpatPasir Timbul Raja Ampat (Masaul/detikTravel)


Mahal murahnya perjalanan juga dipengaruhi oleh besar kecilnya mesin kapal. Semakin besar mesinnya maka semakin mahal biayanya.

Adapun hal lain yang menyebabkan mahalnya jasa perjalanan ini, kata dia memang pada dasarnya semua harga di Raja Ampat mahal. BBM mahal, makanan dan terlebih apalagi dalam pariwisata.

"Dulu itu ke Pianemo Rp 7 juta dan sekarang menjadi Rp 5 juta karena harga BBM kan sudah merata se-Indonesia. Kadang sudah diturunkan harga tapi pelanggan masih bilang mahal," ujar Husein.

Biaya yang dikeluarkan itu sudah termasuk alat-alat snorkeling. Kalau pun traveler menginap di hotel, biasanya sudah menjadi satu paket perjalanan.

"Kalau harga segitu dibilang mahal, pantas tidak untuk pengalaman yang ditawarkan?" tanya dia.

Gugusan pulau karang di PianemuGugusan pulau karang di Pianemu (Randy/detikTravel)


Baca juga: Cara Jokowi Bikin Harga BBM Papua Sama Dengan di Jawa

Sejak diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertengahan 2016 lalu, tercatat 9 titik di pedalaman Papua sudah menikmati Program BBM Satu Harga. Harga BBM di sana yang awalnya mahal sekali, bisa mencapai Rp 100.000/liter, kini jadi Rp 6.450/liter untuk Premium dan Solar Rp 5.150/liter.

Program BBM Satu Harga memberikan keadilan pada penduduk di pelosok Papua, kini mereka bisa menikmati BBM yang harganya yang sama dengan di Jawa dan wilayah Indonesia lainnya. Ini sejalan dengan cita-cita 'Energi Berkeadilan' yang diusung Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Program BBM Satu Harga ini dilaksanakan di 148 lokasi di seluruh Indonesia. 33 lokasi di antaranya berada di Papua dan Papua Barat.

Baca juga: Jonan: Sekarang Enggak Ada BBM Harga Rp 60.000/liter di Papua (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED