Bali menyuguhkan beragam destinasi wisata. Ada alam, budaya, kuliner dan shooping. Para turis yang datang ke Bali pun berasal dari berbagai belahan dunia.
Anak Agung Gede Yuniartha, Kepala Dinas Pariwisata Bali bercerita tentang perbedaan turis Eropa dan Asia saat berlibur ke Bali. Dia menjabarkannya pada detikTravel, Jumat (2/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BACA JUGA: Turis Mana yang Sering Kepo Sama Bali?
Orang Eropa, menurut Anak Agung Gede, punya budaya yang sangat berbeda dengan negara-negara di Asia terutama di Bali. Maka dari itu, orang-orang Eropa lebih suka menghabiskan waktu untuk menonton atraksi budaya seperti tarian saat bersantai di Pulau Dewata.
"Kalau turis dari Asia, mereka punya kebudayaan yang mirip seperti kita (Bali-red), punya tarian dan pakaian tradisional juga. Tapi khusus turis Asia dari Jepang, mereka juga suka budaya selain wisata alam. Sebab, mereka suka dengan hal-hal berbau budaya," paparnya.
Turis Eropa yang paling banyak datang ke Bali, kebanyakan dari Inggris. Sedangkan turis Asia yang datang ke Bali, kebanyakan dari Tiongkok.
"Turis-turis dari Tiongkok paling suka ke pantai. Pergi ke daerah mana pun di Bali, mereka pasti mencari pantai," pungkas Anak Agung. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun