Kota Florence atau yang dikenal sebagai Firenze dalam dialek lokal dikenal akan sejumlah benda seni dan objek wisata bersejarah yang tak ternilai. Sayangnya, tak sedikit terjadi aksi vandalisme hingga pengrusakan oleh turis nakal.
Tidak hanya corat-coret atau merusak benda seni, tak sedikit juga turis yang gemar piknik di objek wisata Florence saat jam makan siang dan meninggalkan sampah sembarangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tulis Nama Pakai Eyeliner di Katedral, Turis Jepang Didenda
"Kami tidak punya masalah dengan turis. Kami tahu kalau turis adalah sumber pemasukan bagi kota kami, tapi telah terjadi kenaikan turis yang tidak menghargai peninggalan budaya kami. Duduk di tangga gereja, makan dan meninggalkan sampah di sana," ujar Dario.
Namun tidak hanya di tangga gereja bersejarah, metode serupa juga akan dilakukan Dario di sejumlah jalanan objek wisata sejarah di Florence. Pada intinya, turis akan sungkan untuk duduk ketika lantai atau tanah yang ada basah.
"Kami ingin mengusir turis yang suka nongkrong. Jika mereka duduk, mereka akan basah. Ketimbang memberlakukan denda, kami kira pendekatan ini jauh lebih elegan," jelas Dario.
Untuk soal tegas, Dario memang tidak segan-segan pada turis nakal atau berbagai kemungkinan yang bisa memberi dampak buruk pada Florence. Tahun lalu saja, Dario menolak keinginan gerai fastfood ternama asal AS untuk membuka cabang di dekat objek wisata bersejarah Piazza del Duomo. Luar biasa ya. (rdy/fay)











































Komentar Terbanyak
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI