Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata melakukan kajian bisnis wisata menonton ikan paus di perairan NTT.
"Wisata menonton ikan paus ini guna menarik minat wisatawan eropa dan Australia," kata Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Jelamu, kepada detikTravel, Selasa (20/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata wisatawan dari Eropa dan Australia tidak mau ada pembunuhan terhadap hewan atau darah," ujar Jelamu.
Wisata menonton ikan paus ini, kata dia, karena perairan NTT sering menjadi daerah transit ikan paus, terutama di perairan Lembata, Flores Timur dan Alor. Perairan NTT memiliki habitat laut dalam dan pelintasan 18 jenis paus, termasuk dua jenis paus kharismatik yakni paus biru (Balenoptera Mausculus) dan paus sperma (Physter macrocephalus).
Dia mengatakan menonton paus dan lumba-lumba (Setasea) di alam liar adalah industri yang berkembang pesat dengan keuntungan mencapai US$ 1,5 Juta dollar setiap tahunnya.
Karena itu, pihaknya mulai melakukan sosialisasi draf rencana pengembangan dan rencana bisnis menonton puas dan lumba- lumba kepada semua stekholder yang terlibat. (wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru