Tak Perlu Panik Tempat Wisata Sepi Saat Ramadan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tak Perlu Panik Tempat Wisata Sepi Saat Ramadan

Afif Farhan - detikTravel
Selasa, 20 Jun 2017 23:20 WIB
Tak Perlu Panik Tempat Wisata Sepi Saat Ramadan
Foto: Menteri Pariwisata Arief Yahya (Afif/detikTravel)
Jakarta - Saat bulan Ramadan, pergerakan wisatawan dalam dan luar negeri di Indonesia menurun. Hal itu dinilai wajar dan tidak perlu panik.

"Puasa itu jumlah wisnus (wisatawan Nusantara atau wisatawan dalam negeri-red) dan wisman (wisatawan mancanegara) turun," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Silaturahmi dan Dialog Menteri Pariwisata dengan Forum Wartawan Pariwisata di Bakmi Naga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (20/6/2017) malam.

Menurut Arief, persentase pergerakan wisnus menurun 50 persen selama Ramadan. Namun ketika masuk libur Lebaran, angkanya bakal naik lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rata-rata wisnus itu per bulan 20 juta yang berpergian. Saat puasa, jadi 10 juta. Namun ketika musim mudik, angkanya naik jadi 20 juta. Sebenarnya bisa dibilang peak season wisnus itu saat Lebaran," jelasnya.

Sedangkan untuk wisman, bulan Ramadan pun berdampak pada penurunan jumlah kunjungan. Apalagi dari Malaysia, negeri tetangga penyumbang turis terbesar yang mayoritas Muslim.

"Tapi nanti Juli kan kunjungan wisman besar lagi karena musimnya turis liburan, seperti dari Australia. Wisnus masih terselamatkan dengan adanya mudik," kata Arief.

"Sebenarnya begini, kita ingin ASITA menjual paket wisata saat bulan Ramadan (low season). Saat Ramadan okupansi hotel menurun, makanya kasih diskon dan buat yang menarik. Itu bisa dijual pada wisman non Muslim, sesuai apa yang mereka mau karena mereka tidak berpengaruh dengan puasa. Selama ini kalau low season kita tidak ada usaha apa-apa," tutupnya. (aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads