"Puasa itu jumlah wisnus (wisatawan Nusantara atau wisatawan dalam negeri-red) dan wisman (wisatawan mancanegara) turun," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Silaturahmi dan Dialog Menteri Pariwisata dengan Forum Wartawan Pariwisata di Bakmi Naga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (20/6/2017) malam.
Menurut Arief, persentase pergerakan wisnus menurun 50 persen selama Ramadan. Namun ketika masuk libur Lebaran, angkanya bakal naik lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk wisman, bulan Ramadan pun berdampak pada penurunan jumlah kunjungan. Apalagi dari Malaysia, negeri tetangga penyumbang turis terbesar yang mayoritas Muslim.
"Tapi nanti Juli kan kunjungan wisman besar lagi karena musimnya turis liburan, seperti dari Australia. Wisnus masih terselamatkan dengan adanya mudik," kata Arief.
"Sebenarnya begini, kita ingin ASITA menjual paket wisata saat bulan Ramadan (low season). Saat Ramadan okupansi hotel menurun, makanya kasih diskon dan buat yang menarik. Itu bisa dijual pada wisman non Muslim, sesuai apa yang mereka mau karena mereka tidak berpengaruh dengan puasa. Selama ini kalau low season kita tidak ada usaha apa-apa," tutupnya. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong