Indonesia dan Maladewa Sepakat Kerjasama di Bidang Pariwisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Indonesia dan Maladewa Sepakat Kerjasama di Bidang Pariwisata

Heldania Ultri Lubis - detikTravel
Rabu, 21 Jun 2017 10:55 WIB
Indonesia dan Maladewa Sepakat Kerjasama di Bidang Pariwisata
Menlu Retno seusai pertemuan dengan Menlu Maladewa Mohammad Asim (Helda/detikTravel)
Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menggelar pertemuan bilateral bersama Menteri Luar Negeri Maladewa Mohammad Asim. Retno menyebut ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu, salah satunya adalah kerjasama di bidang pariwisata.

"Kita bicara kerjasama yang potensial yang dapat dikembangkan bagi kedua negara, pertama adalah masalah pariwisata," ujar Menlu Retno usai menggelar pertemuan bilateral bersama Menlu Maladewa di Kantornya, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017).

Retno mengatakan bahwa Maladewa adalah salah satu negara yang terkenal dalam bidang pariwisata. Hal tersebut, kata Retno, mirip dengan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maladewa sangat terkenal dengan pariwisatanya dan Indonesia juga memiliki potensi yang sangat besar di bidang pariwisata. Maka kita sepakat melanjutkan kerjasama dalam bidang pariwisata termasuk sharing experience (berbagi pengalaman) di bidang promosinya," katanya.

Retno juga menyebut bahwa ada sekitar 1.400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini bekerja di Maladewa terutama di bidang pariwisata. Oleh karena itu menurutnya jalinan kerjasama di bidang pariwisata cukup strategis bagi kedua negara.

"Di dalam konteks pariwisata kita memiliki sekitar 1.400 WNI yang bekerja di Maladewa dan mayoritas mereka adalah bekerja di bidang yang terkait dengan pariwisata, kita juga bicara tentang peningkatan perlindungan WNI yang bekerja di sana," katanya.

Dalam pertemuan yang digelar secara tertutup itu Retno juga menyoroti perihal climate change (perubahan iklim) yang menurutnya sangat krusial bagi negara kepulauan seperti Indonesia dan Maladewa. Ia menyebut kedua negara sepakat melawan climate change dengan terus berkomitmen melalui paris agreement (kesepakatan Paris soal perubahan iklim).

"Indonesia dan Maladewa memiliki persamaan yaitu sama-sama sebagai negara kepulauan. Kita tentunya kita tahu bahwa Indonesia punya 17 ribu lebih pulau di Maldive mereka memiliki 1.200-an. Sehingga konsep maritim itu juga kita bahas dan kita kaitkan dengan masalah climate change," sebutnya.

"Karena sebagai negara kepulauan maka dampak climate change itu akan langsung dirasakan oleh negara-negara kepulauan terutama negara-negara kepulauan yang kecil. Oleh karena itu kita tadi bicara mengenai komitmen kita berdua untuk komitmen kita dalam konteks paris agreement. Dalam konteks kerjasama untuk memerangi climate change," tutur Retno. (hld/msl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads