"Kita bicara kerjasama yang potensial yang dapat dikembangkan bagi kedua negara, pertama adalah masalah pariwisata," ujar Menlu Retno usai menggelar pertemuan bilateral bersama Menlu Maladewa di Kantornya, Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017).
Retno mengatakan bahwa Maladewa adalah salah satu negara yang terkenal dalam bidang pariwisata. Hal tersebut, kata Retno, mirip dengan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Retno juga menyebut bahwa ada sekitar 1.400 Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini bekerja di Maladewa terutama di bidang pariwisata. Oleh karena itu menurutnya jalinan kerjasama di bidang pariwisata cukup strategis bagi kedua negara.
"Di dalam konteks pariwisata kita memiliki sekitar 1.400 WNI yang bekerja di Maladewa dan mayoritas mereka adalah bekerja di bidang yang terkait dengan pariwisata, kita juga bicara tentang peningkatan perlindungan WNI yang bekerja di sana," katanya.
Dalam pertemuan yang digelar secara tertutup itu Retno juga menyoroti perihal climate change (perubahan iklim) yang menurutnya sangat krusial bagi negara kepulauan seperti Indonesia dan Maladewa. Ia menyebut kedua negara sepakat melawan climate change dengan terus berkomitmen melalui paris agreement (kesepakatan Paris soal perubahan iklim).
"Indonesia dan Maladewa memiliki persamaan yaitu sama-sama sebagai negara kepulauan. Kita tentunya kita tahu bahwa Indonesia punya 17 ribu lebih pulau di Maldive mereka memiliki 1.200-an. Sehingga konsep maritim itu juga kita bahas dan kita kaitkan dengan masalah climate change," sebutnya.
"Karena sebagai negara kepulauan maka dampak climate change itu akan langsung dirasakan oleh negara-negara kepulauan terutama negara-negara kepulauan yang kecil. Oleh karena itu kita tadi bicara mengenai komitmen kita berdua untuk komitmen kita dalam konteks paris agreement. Dalam konteks kerjasama untuk memerangi climate change," tutur Retno. (hld/msl)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama