Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Jul 2017 10:15 WIB

TRAVEL NEWS

'Menjaga Perbatasan Indonesia Adalah Kehormatan'

Afif Farhan
Redaksi Travel
Foto: Yonif Para Rider 503/MK, tentara di perbatasan Indonesia-Papua Nugini (Afif/detikTravel)
Foto: Yonif Para Rider 503/MK, tentara di perbatasan Indonesia-Papua Nugini (Afif/detikTravel)
Merauke - Jika traveling ke wilayah perbatasan, maka kita akan melihat para tentara yang berjaga. Bagi mereka, menjaga perbatasan adalah suatu kehormatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapten Infantri Yonif Para Rider 503/MK, Irwan Tanjung kepada detikTravel dan Tim Tapal Batas detikcom di Pos Komando Taktis (Poskotis) Kaliwanggo, Erambu, Merauke. Di pos itulah, tak jauh terdapat MM 12.2 suatu tugu perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang tak terjamah.

Kapten Tanjung, begitu kami memanggilnya punya postur tinggi dan tegap. Dia seolah menjadi pemandu, menjelaskan segala hal tentang kegiatan para tentara di Kaliwanggo.

"Kita setiap hari bangun pukul 05.00 lalu salat Shubuh, kemudian sarapan dan apel pagi. Setelah itu baru patroli rutin. Sorenya diisi dengan olahraga seperti bermain voli," ujarnya kepada detikTravel saat bulan Mei kemarin.

Kapten Tanjung saat melakukan patroli perbatasan (Afif/detikTravel)Kapten Tanjung saat melakukan patroli perbatasan (Afif/detikTravel)


Kapten Tanjung pun mengajak kami berkeliling ke Poskotis Kaliwanggo, untuk berkenalan dengan para tentara di sana. Semua tentara menyambut kami dengan suka cita, serta tak segan berbagi pengalaman.

Kami pun disuguhi makan siang berupa ikan goreng, sayur dan nasi. Sederhana, namun rasanya enak sekali. Saya pun bertanya, apa suka duka Kapten Tanjung selama bertugas di sini yang notabenya jauh dari mana-mana?

"Sukanya senang saja berada di perbatasan seperti ini. Melihat alam yang masih alami, yang mungkin tidak semua orang bisa ke sini. Biasanya kan orang kalau refreshing ke Bali dan Batam, bukan ke Merauke," katanya sembari tertawa.

Lalu, kalau dukanya apa kapten?

Kapten Tanjung terdiam. Raut wajahnya menggambarkan dirinya berpikir keras. Sedetik kemudian, dia tersenyum lebih lebar.

"Kalau ditanya duka, saya bingung dukanya di mana. Bagi seorang tentara, penugasan di daerah manapun adalah suatu kehormatan," jawabnya.

"Menjaga perbatasan ini merupakan kehormatan karena kami diberikan tanggung jawab oleh negara," tegas Kapten Tanjung.

Yonif Para Rider 503/MK menyisiri Sungai Kaliwanggo (Afif/detikTravel)Yonif Para Rider 503/MK menyisiri Sungai Kaliwanggo (Afif/detikTravel)


Saya sedikit menunduk, merasa bersalah bertanya seperti itu. Namun kapten Tanjung menepuk pundak saya, menceritakan betapa bersyukurnya pula dia bertugas di perbatasan untuk membantu saudara-saudara setanah air.

"Saudara-saudara kita di perbatasan masih jauh tertinggal baik secara pendidikan dan ekonomi. Maka kita sebagai tentara, bekerja ekstra untuk membantu mereka," kata Kapten Tanjung.

Selain patroli, para Yonif Para Rider 503/MK membantu warga setempat di Kaliwanggo ketika jalan rusak. Mereka juga punya tim dokter yang siap membantu warga jika ada yang terkena penyakit atau cidera.

"Saya tidak ada duka selama bertugas di sini," tegasnya lagi.

Melakukan pengecekan tapal batas MM 12.2 oleh Yonif Para Rider 503/MK (Afif/detikTravel)Melakukan pengecekan tapal batas MM 12.2 oleh Yonif Para Rider 503/MK (Afif/detikTravel)
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED