Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Agu 2017 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Takut Diserang Bajak Laut, Kapal Pesiar Ini Jadi Kapal Hantu

Ahmad Masaul Khoiri
Redaksi Travel
Kapal pesiar Sea Princess (Dok. queenofcruising/Instagram)
Kapal pesiar Sea Princess (Dok. queenofcruising/Instagram)
Jakarta - Ini cerita yang tak biasa. Kapal pesiar yang terkenal dengan mewah, menjadi 'kapal hantu' karena takut diserang bajak laut.

Kapal pesiar tak selamanya gemerlap saat melakukan perjalanannya. Contohnya adalah cruise Sea Princess yang harus jadi kapal hantu saat berada di perairan sekitar Arab.

Dilansir detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (9/8/2017), pihak kapal pesiar Sea Princess memerintahkan untuk mematikan lampu dan musik di malam hari. Hal itu untuk bersiap menghadapi serangan bajak laut.

Para penumpang pun tampak tercengang saat mengetahui bahwa semua tirai harus ditarik dan penutup jendela ditutup. Hal itu dikarenakan kapal pesiar Sea Princess tersebut diubah menjadi 'kapal hantu'.

Mereka yang ada di atas kapal pesiar mewah ini tiba-tiba seperti di medan perang berdiam dalam gelap dari sore hingga pagi. Kapten kapal Sea Princess pun memerintahkan seluruh penumpangnya untuk tidak menikmati hiburan yang ada selama sepuluh hari.

Dikutip dari Daily Mail, kapal pesiar Sea Princess membawa sebanyak 1.900 penumpang. Mereka telah membayar lebih dari £ 30.000 atau sekitar Rp 520 juta untuk pelayaran keliling dunia selama 104 hari yang berangkat dari Sydney ke Dubai.

Takut Diserang Bajak Laut, Kapal Pesiar Ini Jadi Kapal HantuCarolyne Jasinski (Dok. Daily Mail)


Seorang penumpang menggambarkan keadaan tersebut, yakni Carolyne Jasinski. Ia mengatakan bahwa pemadaman listrik terjadi selama sepuluh hari saat kapal tersebut melintasi Samudera Hindia, Laut Arab, Teluk Aden, dan Terusan Suez.

Diceritakanny bahwa Kapten Gennaro Arma memberi pengumuman tersebut dan meminta maaf kepada penumpang atas situasi yang mengkhawatirkan itu. Kapten dengan tegas menjelaskan bahwa ancaman tersebut nyata dan kapal harus siap menghadapi serangan bajak laut.

"Tidak ada pesta-pesta, tidak ada film di bawah bintang, tidak ada bar luar saat malam hari, juga tidak ada yang melompat atau berenang di kolam renang," tulisnya di news.com.au.

"Tidak ada lampu, tidak ada suasana pesta, tidak ada angin tropis di balkon mereka. Di sekeliling kapal, saat matahari terbenam, semua tirai dan penutup jendela tertutup. Lampu terang, yang biasanya menandakan kehadiran Putri Laut di lautan, redup atau dimatikan sama sekali," imbuh dia.

Jasinski meruapakan seorang spesialis media yang menjadi pembicara tamu di kapal tersebut. Ada saat-saat di mana kapten mengumumkan akan adanya latihan wajib menangkal bajak laut.

"Kita akan menjalani latihan bajak laut wajib. Penumpang banyak yang bercanda bahwa mereka tahu apa yang harus dilakukan karena mereka telah melihat film Captain Phillips, sebuah film yang menggambarkan pembajakan oleh perompak Somalia dan dibintangi Tom Hanks," urai Jasinski.

Sejurus kemudian, kapten menjelaskan bahwa ancaman bajak laut ke Sea Princess ini bukanlah suatu candaan. Senyum yang tersisa dari beberapa penumpang segera lenyap saat alarm bajak laut terdengar dan kru diperintahkan untuk pindah ke pos yang ditentukan.

"Para penumpang ada yang di suruh kembali ke kabin. Mereka disarankan untuk duduk di lantai dan bertahan di rel untuk berjaga-jaga jika kapal harus bermanuver jauh dari kapal bajak laut," kata Jasinski.

Seorang juru bicara operator kapal pesiar mengatakan bahwa kapal tersebut tidak menghadapi ancaman spesifik dari bajak laut. Namun tindakan tersebut diambil sebagai peringatan yang memang harus diwaspadai.

"Setiap tindakan di atas Sea Princess hanya diambil dengan kehati-hatian. Hal ini sebagai tanggapan atas ancaman spesifik dan yang biasa dilakukan pelayaran internasional di wilayah ini," kata juru bicara itu seperti dikutip dari The Telegraph. (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Serasa Melayang di Atas Air

Sabtu, 21 Okt 2017 11:40 WIB

Bermain kayak, biasanya dilakukan di sebuah danau yang biasa-biasa saja. Namun kalau kayaknya bening dan airnya jernih, serasa sedang melayang saja!