Kapal-kapal jukung ini sebagian besar dimiliki oleh nelayan-nelayan tradisional Pulau Dewata. "Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun di perhelatan Sanur Village Festival. Tahun ini, panitia mengubah sistem kompetisi, 170 peserta jukung dibagi dalam 5 kelompok seleksi dengan sistem penyisihan. Hasilnya, 5 jukung terbaik masuk final," kata Ketua Panitia Jukung Competition I Wayan Jelantik Yana di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (9/8/2017) kemarin.
25 Jukung berlaga pada babak final yang digelar pagi tadi di Pantai Segara Ayu, Sanur. Para finalis berlayar sejauh 30 Km dan jukung tradisional juga dilibatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Pemkot Denpassar, AA Bayu Brahmasta, menyatakan kompetisi jukung ini adalah bentuk kebersamaan nelayan Sanur. Para nelayan tersebut bersinergi mendukung program promosi wisata.
"Jika jukung lestari maka generasi mendatang akan tetap melihat dan menikmati keberadaannya. Seperti pelestarian terumbu karang juga menjadi bagian perhatian para nelayan. Diharapkan kelestarian terumbu karang mampu membantu meningkatkan kelangsungan hidup nelayan," ucap Bayu.
Seratusan jukung ini menempuh Pantai Segara Ayu, Pantai Bali Beach, Pantai Semawang dan finish di Pantai Segara Ayu. Pemenangnya adalah jukung dari Gusti Oka Sulaksana.
"Kami sangat mengapresiasi Sekaa Jukung Dewi Satayo Jana Gandhi yang setiap tahunnya terus terlibat perhelatan Sanur Village Festival. Festival ini akan selalu memberikan ruang bagi segala bentuk kreativitas warga, termasuk nelayan," kata Ketua Umum Sanur Vilage Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra di lokasi yang sama. (wsw/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama