Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Agu 2017 15:20 WIB

TRAVEL NEWS

Bukan Ijen di Banyuwangi, Ini Ijen di Malang

Muhammad Aminudin
detikTravel
Jalan Ijen, Kota Malang (Muhammad Aminudin/detikTravel)
Jalan Ijen, Kota Malang (Muhammad Aminudin/detikTravel)
Malang - Siapa yang tak kenal Ijen, gunung di Banyuwangi yang punya fenomena api biru. Tapi ada juga Ijen di Malang, suatu kawasan mewah peninggalan Belanda.

Ada satu kawasan di Kota Malang yang dulunya adalah hunian mewah jaman kolonial Belanda. Letaknya ada di Jalan Ijen, sudah tahu?

Herman Thomas Karsten, insinyur yang merancang tata ruang Jalan Ijen di tahun 1935. Thomas membawa konsep Boulevard atau jalan kembar dengan median taman di tengahnya.

Rumah-rumah didirikan hanya satu lantai dengan gaya arsitektur unik di bagian atap menukik curam kebawah, karena cuaca di Kota Malang yang cenderung hujan. Thomas menata pemukiman layaknya villa jaman itu hingga Ijen Boulevard juga dikenal sebagai Bouwplan 1-8.

Jalan Ijen masa duluJalan Ijen masa dulu (Dok. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang)


Ahli penataan kota ini, turut menyetuh kawasan sekitar Ijen, seperti Jalan Salak, Semeru, serta Kawi dengan mengedepankan keasrian lingkungan. Diujung paling utara ada Simpang Balapan, dulunya menjadi area pacuan kuda, kini dikenal dengan kawasan Simpang Balapan. Sepanjang bibir taman ditanam pohon palem, rumah-rumah di sana dulu, khusus ditempati pejabat Hindia Belanda.

Kawasan Ijen Boulevard dan sekitarnya kini dijadikan salah satu cagar budaya yang dilindungi kelestariannya.

"Kawasan Ijen Boulevard dirancang oleh Thomas Karsten, ahli tata kota dari Belanda. Desaign Ijen memang digarap sebagai kawasan hunian asri dan mewah di jaman itu, maka dikenal sebagai bouwplan 1-8," ungkap Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang Agung Buwana kepada detikTravel di Balai Kota Malang Jalan Tugu, Senin (21/8/2017).

Kawasan Ijen merupakan pemukiman yang menjadi icon heritage Kota Malang. Oleh karenanya kawasan ini menjadi daya tarik wisatawan asing yang berasal dari Eropa.

"Tentunya Ijen menarik perhatian wisatawa asal Eropa, seperti Belgia, Perancis dan Jerman, saat ini," kata Agung.

Pemerintah Kota Malang tengah menyusun rencana tata bangunan dan lingkungan kawasan pusaka Jalan Kawi dan Ijen Boulevard. Pemanfaatan dan pengembangannya bertumpu pada pengembangan wisata heritage.

"Dan tentunya perlu menggandeng kerjasama semua pihak untuk menjaga kawasan Ijen tetap lestari," ungkap Sekretaris Tim Cagar Budaya Kota Malang ini.

Kawasan Ijen Berbenah

Selanjutnya, pemerintah Kota Malang kembali akan merubah wajah Jalan Ijen tahun ini. Revitalisasi ini memanfaatkan Corporate Sosial Responbility (CSR) sebesar Rp 8 miliar.

"Kami dapat CSR dari Bentoel sebesar Rp 8 miliar untuk merevitalisasi Jalan Ijen, menjadi area edukasi heritage," ujar Wali Kota Malang Moch Anton.

Ijen merupakan kawasan mahal, dari mulai pajak dan sebagainya. Karena itu sangat pantas masyarakat di tempat tersebut mendapatkan perhatian. Disisi lain, Ijen merupakan kawasan heritage space publik, di mana menjadi area berinteraksi masyarakat.

Revitalisasi kawasan pedestarian Ijen akan bertemakan architevture kolonial indisch dengan mempercantik element street furniture tematik.

"Ijen itu pajaknya mahal, pantaslah dipercantik. Konsepnya nanti ramah difabel, tempat orang bersantai atau istirahat, ruang galery foto, dan ditambah spot swafoto," beber Anton.

Selain fasilitas, kata Anton, pembenahan taman juga akan disentuh. Dengan menanam bunga warna-warni agar semakin menjadikan daya tarik Jalan Ijen.

insert foto lama - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang (Dokumen/istimewa) (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED