Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 09 Sep 2017 13:18 WIB

TRAVEL NEWS

Saat Bule Australia Jatuh Cinta dengan Gudeg Yogya

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Demo memasak gudeg rupanya sangat diminati bule-bule Australia (dok KBRI Canberra)
Demo memasak gudeg rupanya sangat diminati bule-bule Australia (dok KBRI Canberra)
Canberra - Kuliner Gudeg dari Yogya ternyata jadi salah satu daya tarik bagi masyarakat Australia, terutama di Canberra. Bule-bule ini rupanya jatuh cinta dengan gudeg.

Yang terpikat dengan Gudeg pun sangat beragam, mulai dari kalangan profesional, penulis dan akademisi hingga budayawan Australia.

Mereka tampak begitu menyukainya ketika menikmati masakan Gudeg Jogja yang disuguhkan dalam acara Promosi Budaya dan Pariwisata Indonesia yang mengetengahkan tema 'The Unforgettable Jogjakarta' yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra pada Jumat (8/9/2017).

Acara ini dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo. Sejumlah istri Duta Besar negara sahabat, seperti Maroko, Jordania dan Brunei Darussalam, juga tampak hadir.

Hellen Mitchel, salah satu pengunjung yang hadir mengakui bahwa rasa masakan Gudeg Yogya memang sangat istimewa.

"Yang paling saya suka dari Gudeg adalah sambal kreceknya" ujar wanita Australia yang hampir selalu hadir dalam setiap kegiatan promosi pariwisata di KBRI Canberra ini.

Antusiasme mereka ingin merasakan Gudeg Yogya mulai terlihat saat demo masak berlangsung. Mereka langsung mengerumuni, seolah tak ingin melewatkan cara memasak Gudeg agar dapat dipraktekkan di rumah. Apalagi, tidak sulit mencari bahan membuat Gudeg di Australia, termasuk nangka muda dan bumbu-bumbunya.

Caecilia Legowo, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Canberra, mengatakan bahwa promosi Gudeg Jogja ini merupakan bagian dari upaya KBRI Canberra untuk memperkenalkan Kota Yogyaa yang memang menawarkan banyak atraksi, antara lain: Kraton Yogya, Malioboro, Batik, Candi Borobudur dan Prambanan serta tempat berbelanja.

"Semua kekayaan budaya dan potensi pariwisata Jogja sangat lengkap untuk ditawarkan kepada publik Australia. Istilahnya satu paket, mulai dari kesenian, tradisi budaya, panorama alam hingga kuliner. Ada juga Candi Prambanan yang kerap disebut sebagai Menara Eiffel-nya Indonesia," ujar Caecilia.

Selain demo memasak, program promosi pariwisata ini juga diisi dengan pameran foto bercorak Jogja, pameran batik dan kerajinan tangan khas Yogya, serta pemutaran video.
Pameran foto tentang Yogya (dok KBRI Canberra)Pameran foto tentang Yogya (dok KBRI Canberra)


Suasana Balai Kartini di KBRI Canberra memang disulap bak suasana Kota Yogyakarta saat itu. Terlebih lagi ketika masuk, para pengunjung sudah langsung disuguhi musik gending gamelan Jawa.

Untuk lebih memberikan informasi yang lebih luas tentang Yogya, termasuk mengenai mudahnya berkunjung ke Yogya dari berbagai kota di Australia, Benedicta Diah Kristanti, diplomat muda KBRI Canberra yang juga berasal dari Yogya, memaparkannya secara atraktif.

"Anda tidak perlu jauh-jauh ke Inggris untuk melihat Istana Buckingham. Datang saja ke Yogyakarta. Kraton Yogya dan tradisi khas masyarakat Yogya, termasuk Grebek Suro, sangat menarik dikunjungi", ujar diplomat jebolan Universitas St. Andrews, Scotlandia.

Menurut Lindy Ross, wanita Canberra yang saat ini menjabat sebagai Ketua Womens International Club (WIC) di Ibukota Australia ini, usai menghadiri acara di KBRI yang disebutnya sangat informatif ini, dirinya akan mengajak suaminya berlibur ke Yogya.

"Yogya akan menjadi tujuan berlibur saya selanjutnya. Kotanya punya banyak kekhasan dan nyaman karena tidak terlalu padat. Tidak jauh beda dengan Kota Canberra. Saya juga ingin kembali mencicipi Gudeg Yogya", imbuhnya.

Promosi tentang Jogjakarta ini dimaksudkan untuk lebih mendorong lebih banyak publik Australia berkunjung ke Indonesia.

Saat ini, Indonesia menjadi destinasi terfavorit di luar negeri bagi pelancong dari Australia setelah Selandia Baru. Tahun lalu sekitar 1.3 juta turis Australia mengunjungi berbagai tempat pariwisata di Indonesia. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA