Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 10 Sep 2017 17:35 WIB

TRAVEL NEWS

Tingkatkan Pariwisata, Banyuwangi Buka Resor Baru

Ardian Fanani
Redaksi Travel
Menpar buka resor baru di Banyuwangi (Ardian Fanani/detikTravel)
Menpar buka resor baru di Banyuwangi (Ardian Fanani/detikTravel)
Banyuwangi - Pariwisata Banyuwangi bisa dibilang berkembang pesat. Untuk terus meningkatkan kualitas, Menpar dukung pengembangan penginapan di Banyuwangi.

Setelah Hotel Santika, Java Banana, dan El Royale Hotel, kini hadir Grand Harvest Resort & Villas yang menawarkan berbagai kemewahan di tengah suasana sejuk persawahan.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan, resort ini semakin menunjang perkembangan pariwisata di Banyuwangi. Apalagi, telah ada penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi yang membuka lebar aksesibilitas dari dan menuju Banyuwangi.

Sehingga, syarat 3A yaitu aksesibilitas, atraksi, dan amenitas dalam pariwisata telah dimiliki kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut.

Tingkatkan Pariwisata, Banyuwangi Buka Resor BaruFoto: Ardian Fanani/detikTravel
"Hadirnya resort ini akan semakin melengkapi pilihan akomodasi hunian bagi wisatawan, pebisnis, dan semua kalangan yang berkunjung ke Banyuwangi," kata Arief kepada sejumlah wartawan, Minggu (10/9/2017).

Arief menambahkan, keberadaan penginapan yang mengedepankan pemandangan alam menjadi daya tarik tertinggi wisatawan.

"Yang paling besar, sekitar 60 persen, wisatawan tertarik dengan nature (alam). Baru 35 persen tertarik pada culture (budaya), dan hanya 5 persen daya tarik dari mind made," ungkap Arief.

Grand Harvest Resort & Villas merupakan resort seluas 6 hektare yang dibangun di tengah persawahan Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Jaraknya hanya sekitar 35 menit dari Paltuding, pos terakhir menuju taman wisata alam Kawah Ijen yang tersohor dengan fenomena api biru (blue fire) nya.

Resort ini di desain sangat spesial. Rancangan desainnya menonjolkan ornamen khas Suku Using (suku asli Banyuwangi). Salah satunya, replika omprok (topi) penari Gandrung ukuran jumbo yang langsung bisa dilihat saat pengunjung memasuki gerbang utama.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan pihaknya terus mendorong investasi hotel yang mengedepankan konsep sustainable dan yang mengusung arsitek khas Banyuwangi. Anas juga mengatakan pihaknya tidak sembarang memberikan ijin pendirian hotel.

Tingkatkan Pariwisata, Banyuwangi Buka Resor BaruFoto: Ardian Fanani/detikTravel
"Kami tidak mengijinkan hotel melati berdiri. Selain karena sudah tercukupi jumlahnya, kami ingin terus membangun imej Banyuwangi sebagai wisata keluarga dengan mengijinkan pembangunan hotel yang nyaman untuk keluarga," jelas Anas.

Menurut Anas, hadirnya resor ini bisa membantu kebutuhan kamar hotel di Banyuwangi. "Setiap tahun kunjungan wisatawan di Banyuwangi terus meningkat sehingga kebutuhan penginapan juga ikut meningkat. Kalau kita cek, setiap akhir pekan hampir semua hotel pada penuh, apalagi kalau pas ada even. Maka keberadaan resort baru ini akan sangat membantu memenuhi kebutuhan kamar di Banyuwangi, sehingga tidak ada lagi tamu yang kehabisan kamar," kata Anas.

Data menunjukkan, tingkat kunjungan wisatawan domestik, dari sekitar 500.000 wisatawan pada 2010 meningkat menjadi kisaran 4 juta orang pada 2016. Adapun wisatawan mancanegara naik dari kisaran 7.000 menjadi 75.000 wisman pada periode yang sama.

"Ini belum lagi ditambah dengan kunjungan instansi yang studi banding. Selama tahun 2016 lalu, terdapat lebih dari 24.000 orang yang mengunjungi Banyuwangi dari seluruh Indonesia untuk studi banding. Hingga Maret 2017 saja, sudah lebih dari 100 instansi pemerintahan dan swasta yang berkunjung ke Banyuwangi," paparnya. (bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED