Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Okt 2017 08:55 WIB

TRAVEL NEWS

Skenario Menpar Gaet Turis Saat Gunung Agung Berstatus Awas

Prins David Saut
Redaksi Travel
Foto: ilustrasi Gunung Agung (AFP)
Foto: ilustrasi Gunung Agung (AFP)
Denpasar - Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan tugas-tugas satgas Bali Tourism Hospitality (BTH). Salah satunya menggaet turis di tengah Gunung Agung yang berstatus awas.

Menpar Arief lebih menekankan turis yang ada di Bali sebagai penyalur informasi ke negara asalnya bahwa Pulau Dewata aman dikunjungi. Selain itu cara konvensional mengabarkan keadaan Bali adalah melalui media massa juga sosial.

"Untuk informasi, kita akan menggunakan printed media hingga social media. Kita harapkan ada endorser dan yang terbaik adalah wisatawan itu sendiri karena berada di Bali. Itu yang kita sebut user generated content," kata Arief.

Ia menyampaikan hal ini usai rapat koordinasi BTH di gedung Bali Tourism Board, Denpasar, Bali, Rabu (11/10/2017). Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala BNPB Willem Rampangillei, Kepala Bidang Mitigasi PVMBG Gede Suantika dan para pelaku industri pariwisata di Pulau Dewata.

"Kalau informasi datangnya dari wisatawan maka dialah yang paling merasakan apa yang terjadi di tempat-tempat wisata. Dia bisa share sehingga mencerminkan kondisi di Bali secara keseluruhan itu menyenangkan. Untuk informasi, kita akan fokus di situ," ujar Menteri Arief

Kemudian Arief menyatakan kekecewaannya terhadap negara-negara yang mengeluarkan travel advice ke Bali. Ia berharap negara-negara tersebut lebih berempati terhadap bencana di suatu negara daripada mengeluarkan travel advice.

"Jadi mohon negara-negara bisa memahami hal seperti itu. Tidak saling menyudutkan kalau ada satu negara tertimpa musibah. Contoh seperti yang terjadi di Las Vegas, kita harus berempati, daripada mengeluarkan travel advice ke Amerika Serikat," ucap Arief.

"Kita yakin juga masyarakat dan pemerintah Amerika Serikat atau negara manapun tidak mengharapkan itu terjadi. Jadi seharusnya kita berempati," pungkasnya.

Walau demikian, Arief menyatakan penanganan dalam bidang pariwisata jika Gunung Agung erupsi tetap menjadi poin terpenting. Penanganan ini akan dibahas dan dilaksanakan oleh BTH untuk keselamatan dan keamanan para wisatawan di Bali.

"Jadi sudah kita skenariokan akses apa yang kita gunakan, berapa jumlahnya, bagaimana dengan akomodasi dan di mana harus berkumpul. Itu harus kita perbaiki," ungkap Arief.

Arief menyatakan BTH sudah memiliki disaster recovery plan dan diharapkan ada kerjasama yang baik antar pelaku industri pariwisata di Pulau Dewata. Sehingga pariwisata Bali tetap berdenyut dan berjalan seperti biasa.

"Kita mempunya disaster recovery plan, jadi akan membuat suasananya tetap bagus. Nah, itu yang kita lakukan di sini. Untuk kegiatan ini diperlukan anggaran dan sepakat kita harus gotong royong dan semua harus berikan apapun. Ada yang berupa anggaran dan ada yang berupa diskon, atraksi dan sebagainya," papar Arief. (msl/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED