Beberapa warganet mengecam pengecatan bebatuan itu, karena dianggap menghilangkan keaslian alam sekitar. Pro kontra bergulir bersamaan dengan postingan Sandyfreaks rock di grup facebook komunitas Malang.
Kritikan turut dialamatkan kepada pengelola wisata Sedaer River Tubing yang selama ini memanfaatkan aliran sungai di Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, untuk olahraga arung jeram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gimana kalo di hapus dulurku. Monggo solusinya? Lokasi : Sedaer river tubing, Poncokusumo," tulis Sandyfreaks rock dalam akun facebooknya saat dilihat detikTravel, Senin (16/10/2017).
Sandyfreaks rock turut mengcapture salah satu akun instagram untuk menampilkan wajah bebatuan yang diwarna. Sepenggal kalimat itu, diunggah 30 September 2017 lalu, telah disukai 750 lebih netizen.
Ada yang menghujat, ada pula yang menanggapi biasa. "Penting lingkungan resik (bersih) la ws a......," tulis akun Mas Wahyu.
Sampai berita ini diturunkan, pengelola Sedaer River Tubing masih dimintai konfirmasi detikTravel perihal masalah ini. (wsw/wsw)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru