Warna warni bebatuan di Sungai Amprong, Dusun Trigu, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menuai kritikan. Menurut Sukarlin, Camat Poncokusumo ini dilakukan untuk mengatasi penambangan liar.
"Pengecatan untuk menangkal pengambilan batu-batu di wilayah itu. Jika tidak begitu, alam akan rusak dengan adanya penambangan yang tak menghitung kelestarian," kata Sukarlin kepada detikTravel, Senin (16/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada intinya akan menjadi ikon, batu-batu itu dipelihara dan dirawat, agar masyarakat juga gak sembrono dengan mengambilnya," tegasnya dalam sambungan telpon.
Foto: Muhammad Aminudin/detikTravel |
Sukarlin menyebut, pengecatan bagian dari kreativitas lokal. Bagaimana menumbuhkan, kecintaan masyarakat terhadap lingkungan.
"Karena kerusakan lingkungan terjadi dan diawali dari orang-orang yang tidak cinta akan lingkungan. Pengecatan bagian dari kreatifitas lokal," beber Sukarlin.
Tak dipungkiri, selama ini ada aktifitas penambangan liar. Namun pihaknya kesulitan untuk menindak tegas. Karena pelaku cukup pintar dengan berdalih menambang atau mengambil batu tidak dari aliran sungai.
"Jika dicat mereka akan enggan mengambil. Itu sebagai penanda saja, seperti batu dicat warna putih penanda marka jalan agar tidak diambil," ujar Sukarlin.
Foto: Muhammad Aminudin/detikTravel |
Dikatakan, Sedaer River Tubing merupakan wisata arung jeram yang dikelola oleh muda-mudi setempat. Ide dan kreatifitas mereka untuk menumbuhkan destinasi wisata alam patut dihargai dan didukung.
"Mereka hadir memanfaatkan aliran sungai untuk tubing. Cara sepanjang tidak merusak lingkungan terus kita dukung. Apalagi demi meningkatkan ketertarikan akan indahnya alam yang tentunya berdampak luas kepada masyarakat Poncokusumo," sebur Sukarlin.
Ditambahkan, dukungan juga diwujudkan dengan pembangunan jembatan Dusun Kunci dan Trigu, Desa Wringinanom dan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dari pantauan detik.com proses pengerjaan masih berjalan.
Melihat situs resmi Sedaer River Tubing, memang memanfaatkan panjang jalur aliran Sungai Amprong sekitar 2 kilometer, para rafter bisa melalui selama dua jam dengan belasan jeram menantang.
Foto: Muhammad Aminudin/detikTravel |
Keunggulan dari tempat itu, bila dibandingkan tempat rafting yang lain yaitu tempat ini memiliki pemandangan yang cantik. Lokasi yang berada di lereng Gunung Semeru sebelah timur punya pemandangan perkebunan selada air dan view kebun apel dan hutan hutan yang masih rimbun di sisinya.
Panorama sunrise yang indah bisa dinikmati di ketinggian 800 MDPL di lokasi base camp Sedaer River Tubing. Yang paling utama yaitu arus sungai dari tempat tubing ini memiliki tujuh belas jeram dan 2 jeram andalan yaitu Jeram Welcome dan Jeram Sairin dengan ketinggian 2 sampai 3 meter.
Paket short trip di Sedaer River Tubing minimal enam orang, dibanderol dengan harga Rp 125 ribu pada weekend, sedangkan paket long trip juga untuk enam orang sebesar Rp 170 ribu dengan jarak tempuh dicapai selama 3 jam. (wsw/wsw)












































Foto: Muhammad Aminudin/detikTravel
Foto: Muhammad Aminudin/detikTravel
Foto: Muhammad Aminudin/detikTravel
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah