Ada Niat Baik di Balik Ide Kontroversial Batu Kali Dicat Warna-warni

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kontroversi Batu Kali Dicat

Ada Niat Baik di Balik Ide Kontroversial Batu Kali Dicat Warna-warni

Muhammad Aminudin - detikTravel
Senin, 16 Okt 2017 15:25 WIB
Ada Niat Baik di Balik Ide Kontroversial Batu Kali Dicat Warna-warni
Batu kali berwarna-warni di Malang (Aminudin/detikTravel)
Malang - Ide mewarnai bebatuan Sungai Amprong menuai banyak kritik. Di balik itu, Sedaer River Tubing punya alasan demi menyelamatkan bebatuan dari aktivitas tambang.

"Batunya biar utuh, tidak diambil dengan mengecatnya," ucap Ahmad (40), warga yang juga guide Sedaer River Tubing ditemui detikTravel di lokasi, Senin (16/10/2017) siang.

Sudah satu bulan ini, keberadaan bebatuan beragam ukuran tepat di belakang base camp Sedaer River Tubing di Dusun Kunci, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, berubah warna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warna yang mencolok sontak menyita pandangan mata bagi siapapun tengah melihat aliran Sungai Amprong.

"Dicat sejak sebulan ini, kalau Sedaer ada sudah dua tahunan. Setelah dicat, pengambilan batu mulai berkurang," jelasnya.

Ada Niat Baik di Balik Ide Kontroversial Batu Kali Dicat Warna-warniFoto: Muhammad Aminudin


Dia mengaku, pengecatan adalah kesepakatan semua anggota Sedaer, wisata tubing yang dikelola pemuda pemudi desa setempat. Sedaer khawatir, aktivitas tambang akan mengancam kelestarian sungai.

Di sisi lain, bebatuan juga menjadi benteng atau penyangga dari jembatan yang menjadi akses lalu lalang warga. "Batu-batu itu sekaligus untuk mengamankan jembatan serta aliran sungai," bebernya.

Aktivitas tambang batu memang berada tak jauh dari lokasi. Deru mesin pencipta batu koral memecah kesunyian sekitar aliran Sungai Amprong.

Lempengan batu hasil pecahan tertata rapi untuk siap diangkut keluar menjauh dari lokasi.

Sementara beberapa titik pinggir aliran sungai, berubah menjadi ladang selada air.

(Aminudin/detikTravel) Foto: (Aminudin/detikTravel)


Sebelumnya, warga melakukan pengerukan agar bisa menampung air diambil dari aliran sungai. "Kalau lubang yang digali dengan ukuran besar untuk menanam selada air. Karena tanah di atas banyak berupa batuan, dan air sulit," beber Ahmad.

Camat Poncokusumo Sukarlin tak memungkiri adanya aktivitas tambang batu tak jauh dari Sedaer River Tubing. Pengecatan memang memiliki tujuan agar batu-batu di aliran sungai tak diambil penambang.

"Saya kira jika tujuannya agar batu tetap utuh atau untuk kelestarian alam tak masalah," terangnya terpisah.

Untuk bisa mencapai base camp Sedaer River Tubing, cukup sedikit sulit. Karena minimnya papan penunjuk arah, bagi siapa yang ingin datang harus rajin bertanya kepada warga setempat. (wsw/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads