Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut ada potensi lain dari status awas Gunung Agung. Potensi yang menarik untuk digali yaitu wisata erupsi.
"Belajar dari Gunung Sinabung yang meletus tahun 2010 kemudian berhenti setahun dan sampai sekarang masih erupsi. Kalau kawasan di luar area rawan bisa dikembangkan maka fenomena erupsi ini akan menarik turis," kata Sutopo di kantor BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan hanya melihat bencana dari sisi musibah, tapi ada potensi keindahan dari erupsi gunung api selama mengabadikannya di luar zona berbahaya. Di Hawaii ada paket wisata yang menjual erupsi magma, di Indonesia ada Gunung Karangetan yang selalu mengeluarkan lelehan magma itu menarik," papar Sutopo.
Kendati demikian BNPB masih akan mengkaji hal itu bersama PVMBG dan stakeholder terkait. Karena sejak ditetapkan jadi status awas, total kerugaian ekonomi diperkirakan mencapai Rp 1,5- 2 triliun.
"Sudah 34 hari status Gunung Agung jadi Awas, hal ini mengakibatkan kerugian ekonomi masyarakat yang tinggal di zona berbahaya karena berhentinya aktivitas pariwisata, pertambangan maupun pertanian diperkirakan kerugian ekonomi mencapai Rp 1,5 hingga 2 triliun," jelas Sutopo.
"Jadi bila mungkin sektor pariwisata dari fenomena erupsi yang lama ini dikembangkan dapat menarik turis, tapi tetap berada di zona aman. Mari kita lihat bencana tidak hanya musibah tapi juga berkahnya," tutupnya. (adf/wsw)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang