Seperti keterangan resmi Kemendikbud yang diterima detikTravel, Jumat (27/10/2017), peringatan Hari Sumpah Pemuda itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada pemuda setempat.
"Festival Fulan Fehan menjadi salah satu yang terbaik dengan mengangkat identitas dan kekhasan daerah. Tahun 2018, Ditjen Kebudayaan dengan platform Indonesiana akan mendorong potensi-potensi seperti ini, bekerjasama dengan berbagai pihak," jelas Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena, didalamnya nanti menghadirkan pentas seni dengan melibatkan 5000 penari asal negara Timur Leste. Alasan lainnya yakni mempertegas persahabatan kedua negara dalam balutan pentas seni dan budaya.
"Konsep festival mendatang diharapkan menjadi mercusuar bagi seluruh komponen bangsa ini, untuk kembali menjahit keretakan-keretakan yang pernah tercabik," katanya.
Berbagai kegiatan sudah dirancang, di antaranya Tournament Sepakbola Antar Pelajar Se-Kabupaten Belu, Wirasakti Off-Road, Post Tour Komodo Travel Mart, Travel Touring ke Fulan Fehan, Pantai Pasir Putih dan Pintu Batas Motaain, Lomba Memancing dan Festival Kuliner Bahari di Pantura, Atambua Culture Fashion Festival, Pameran Tenun Ikat, Talkshow, Coaching Clinic, Fashion Show koleksi Handy Hartono dan Erwin Yuan di GOR Rai Belu.
Puncak seluruh kegiatan festival ini ditutup dengan Pagelaran Pesona Likurai 6000 Penari pada tanggal 28 Oktober 2017 di Obyek Wisata Alam Fulan Fehan Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen. Pementasan kolaborasi penari itu berasal dari Kabupaten Belu, Malaka, dan Timor Leste serta pasukan berkuda. (msl/msl)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh