Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Nov 2017 07:55 WIB

TRAVEL NEWS

Mayoritas Traveler Inggris yang Naik Garuda Pergi ke Bali

Erna Mardiana
Redaksi Travel
Ilustrasi (Thinkstock)
Ilustrasi (Thinkstock)
London - Akhir Oktober lalu, Garuda Indonesia baru membuka penerbangan nonstop dari Jakarta-London. Faktanya, mayoritas traveler Inggris yang naik Garuda pergi ke Bali.

Traveler dari Inggris ke Bali mendominasi penumpang Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia London-Jakarta. Angkanya mencapai 71 persen, sisanya untuk urusan bisnis.

"Penumpang dari London ke Jakarta itu mayoritas tujuannya ke Bali, sampai 71 persen," ujar Boydike Kussudiarso, General Manager UK and Ireland Garuda Indonesia saat berbincang dengan detikTravel di London, Kamis (9/11/2017).

Potensi traveler dari Inggris menurutnya paling besar dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. "Seperti diketahui pendapatan warga sini besar, ini market yang besar," katanya.

Mayoritas Traveler Inggris yang Naik Garuda Pergi ke BaliBoydike Kussudiarso, General Manager UK and Ireland Garuda Indonesia (Erna/detikTravel)

Menurut Boydike tak hanya pangsa pasar penumpang dari London menuju Jakarta yang besar, begitu juga sebaliknya Jakarta-London cukup besar.

Karena itu dengan dibukanya penerbangan nonstop dari Jakarta-London sejak 31 Oktober lalu, diharapkan bisa meningkatkan jumlah penumpang dari Jakarta menuju London.

"Saya cek katanya yang apply visa Inggris sehari bisa 115 orang per hari," ungkapnya.

Kata Boydike lebih lanjut, sejak dibuka penerbangan nonstop dan adanya promo hingga 15 November mendatang, terjadi peningkatan jumlah penumpang.

"Jelas ada peningkatan, tapi rincinya maaf saya tidak membawa datanya," kata dia.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia sedang menggelar promo Rp 9,9 juta Jakarta-London (PP) hingga pembelian tiket tanggal 15 November hingga penerbangan 31 Agustus 2018.

Namun untuk peak season, promo itu tidak berlaku. Dalam satu minggu penerbangan nonstop ini ada tiga kali, yaitu Selasa, Kamis, dan Sabtu.

"Mudah-mudahan rute penerbangan ini lebih sukses karena potensinya sangat besar sehingga ke depan bisa sehari sekali," pungkas Boydike. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED