Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Nov 2017 19:10 WIB

TRAVEL NEWS

PHRI Minta Situs Akomodasi Non Hotel Diblokir

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Suasana launching The Hotel Week Indonesia (Randy/detikTravel)
Suasana launching The Hotel Week Indonesia (Randy/detikTravel)
Jakarta - Penyewaan akomodasi non hotel online memang menjamur untuk traveler milenial, mulai dari sewa kamar sampai sewa rumah. Hal ini dinilai mengganggu bisnis perhotelan.

Seseorang dapat menyewakan rumahnya atau kamarnya kepada wisatawan secara online. Kehadirannya pun menjadi pilihan bagi para kaum milenial untuk mencari akomodasi non hotel yang beragam dengan harga yang bisa dibilang jauh lebih murah.

Terkait hal itu, Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani ikut buka suara. Kehadiran situs semacam ini merugikan perhotelan.

"Airbnb kita PHRI sangat keberatan ya. Berapa banyak mereka mengambil porsi kita. Homestay lebih terdata, kalau Airbnb sulit ter-record. Kita dari PHRI merasa sangat dirugikan," ujar Hariyadi saat launching The Hotel Week Indonesia di ruang Candi Mendut, Hotel Sahid, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Seperti kontroversi kendaraan online yang berbenturan dengan penyedia jasa konvensional, Hariyadi juga memposisikan situs sejenis Airbnb demikian. Ditambahkan olehnya, situs penyewaan akomodasi non hotel online tidak memiliki dasar yang sama dengan perhotelan serta memiliki banyak kekurangan teknis sebagai sebuah akomodasi.

"Playing field-nya harus sama, nggak bayar pajak, sertifikasi keamanannya belum jelas. Kita lagi mengidentifikasi ya. Menurut saya national interest nomor satu. Saran kita blokir saja semua," tegas Hariyadi.

Hadirnya situs penyewaan akomodasi non hotel boleh dibilang cukup merugikan para pelaku perhotelan, karena hotel-hotel juga mengembangkan bisnis secara online. Hariyadi mengungkapkan kekhawatirannya, kalau nantinya situs semacam itu bisa menggilas hotel. Terlebih lagi kalau merupakan startup dari luar negeri dan bukan dari Indonesia. Hariyadi pun mengatakan, dirinya lebih baik bermitra dengan situs serupa dari dalam negeri.

"Kalau nggak kita dilindas habis, kalau sama-sama sharing economy kami lebih pilih bermitra yang lokal. Kalau sama lokal kita bisa bicara, tapi Airbnb susah, itu mesin kayak Online Travel Agency asing. Kami kepikirannya begitu sih," ujar Hariyadi. (bnl/fay)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED