Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 16 Nov 2017 20:50 WIB

TRAVEL NEWS

Jerman Ingin Jadi Destinasi Favorit Traveler Indonesia di Eropa

Fitraya Ramadhanny
Redaksi Travel
Foto: Sungai Spree di Kota Berlin, Jerman punya kolam renang di atasnya (Markus Mann/Arena Berlin)
Foto: Sungai Spree di Kota Berlin, Jerman punya kolam renang di atasnya (Markus Mann/Arena Berlin)
Jakarta - Liburan ke Eropa, jadi impian para traveler Indonesia. Sadar akan hal itu, Jerman jemput bola supaya jadi destinasi pilihan di Eropa Barat.

Hal ini disampaikan Direktur German National Tourist Office ASEAN, Chun Hoy Yuen dalam obrolan kepada media di Paulaner Brauhaus, Jakarta, Kamis (16/11/2017). Menurut dia GNTO ASEAN dalam setahun terakhir ini ingin menggarap serius para traveler ASEAN.

"Dalam 2-3 tahun terakhir kami menyadari ada potensi besar. Wisatawan ke Jerman dari ASEAN itu paling banyak dari Indonesia, 110.000 orang pada 2016. Malaysia saja cuma 72.000 orang," kata Yuen.

Kebanyakan orang Indonesia liburan ke Jerman sekalian beberapa negara lain. Menurut Yuen, ada yang ke Frankfurt lalu ke Koeln menyeberang ke Belanda, Belgia dan Prancis. Atau ke Munich, lalu ke Swiss dan Austria.

Chun Hoy Yuen, Direktur GNTO ASEAN (Fitraya/detikTravel)Chun Hoy Yuen, Direktur GNTO ASEAN (Fitraya/detikTravel)


Yang kekinian, ada yang ke Berlin lalu ke Polandia dan Republik Ceko. Tidak hanya mereka yang pakai travel agent, Yuen melihat meningkatnya jumlah Free Independent Traveler (FIT) dari kalangan milenial.

"Traveler milenial itu mencari pengalaman, bukan tempat yang itu-itu saja. FIT itu segmen tersendiri. Kami menyambut semua jenis traveler. Target GNTO adalah membuat turis Indonesia tinggal lebih lama di Jerman, dari 2-3 hari menjadi 5 hari. Banyak yang bisa dijelajahi," kata dia.

Pun demikian dengan pertumbuhan traveler muslim dan tren wisata halal. Yuen mengatakan Jerman tidak menyiapkan secara khusus soal wisata untuk umat Islam, namun dia menjamin traveler muslim tidak mengalami kesulitan di Jerman karena banyak imigran Turki, yang artinya banyak masjid dan makanan halal.

Gedung DPR Jerman yang ramai warga dan wisatawan (REUTERS/Hannibal Hanschke)Gedung DPR Jerman yang ramai warga dan wisatawan (REUTERS/Hannibal Hanschke)


"Makanan halal tidak sulit untuk ditemukan, apalagi di kota besar. Kalau tidak tahu, tinggal tanya saja kepada warga lokal," jelasnya.

Untuk tahun 2018, GNTO akan mempromosikan wisata kuliner Jerman untuk memikat traveler Indonesia. Kampanye #EnjoyGermanFood: Culinary German 2018 akan memperkenalkan destinasi-destinasi dengan makanan khas Jerman sepanjang tahun.

"Kami ingin memperkenalkan beragam gaya masakan dari berbagai daerah di Jerman. Dari tempat yang sederhana sampai restoran gourmet," pungkas Yuen.

(fay/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED