Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Nov 2017 18:25 WIB

TRAVEL NEWS

Rammang-rammang di Maros Raih Status Geopark

Moehammad Bakrie
detikTravel
Kawasan Karst Rammang-rammang di Maros (Moehammad Bakrie/detikTravel)
Kawasan Karst Rammang-rammang di Maros (Moehammad Bakrie/detikTravel)
Maros - Objek wisata karst Rammang-rammang di Desa Salenrang, Maros, Sulawesi Selatan kini resmi menyandang status Taman Nasional Geopark di Indonesia. Bangga!

Nantinya, destinasi wisata yang mulai populer sejak tahun 2007 ini akan didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya dan tempat bersejarah dunia.

Status Geopark tersebut berbentuk sertifikat yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia dalam Seminar Nasional Geopark yang digelar di Belitung, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Irfan AB mengatakan, Geopark ini mencakup gugusan karst mulai dari Kabupaten Maros dan Pangkep. Proses pengajuan status inipun terbilang lama, karena harus melewati rangkaian seleksi yang ketat.

"Status ini telah melalui serangkaian penilaian dari Kementerian ESDM. Kawasan tersebut lolos sertifikasi dari 12 juri penilai yang berasal dari berbagai unsur," katanya saat ditemui detikTravel, Senin (27/11/2017).

Menurutnya, setelah adanya status tersebut, geopark dunia tidak akan lama lagi disandang kawasan karst yang diakui terbaik kedua dunia setelah China itu. Dampaknya, kawasan ini akan membawa peningkatan sektor pariwisata di Sulawesi Selatan.

"Selain berdampak pada sektor pariwisata, dengan status Geopark, otomatis membuat kawasan ini terjaga dari eksplorasi tambang yang senantiasa mengancam alam dan masyarakat," sebutnya.

Selain karst Maros Pangkep, beberapa destinasi baru yang menambah kekuatan wisata alam di Indonesia juga telah ditetapkan sebagai Taman Nasional Geopark, yakni Aspiring Geopark Belitung, Geopark Raja Ampat, Geopark Tambora dan Geopark Bojonegoro.

Bagi masyarakat sekitar kawasan Rammang-rammang, pencapaian status geopark ini adalah gapaian sejarah panjang perjuangan mereka melawan kekuatan perusahaan tambang yang kala itu nyaris membuat wilayah mereka menjadi lautan debu.

Pada 2007 silam, tiga perusahaan kaliber raksasa dari China pernah diizinkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Maros untuk mengeruk kekayaan alam di Rammang-rammang. Malahan, satu dari tiga perusahaan ini sudah sempat mengikis bebatuan kapur untuk dijadikan marmer.

"Kurang lebih enam tahun kami berjuang melawan perusahaan tambang. Mulai dari aksi demonstrasi hingga pada advokasi kebijakan kami jalankan bersamaan," kata salah seorang aktivis Lingkungan, Iwan Dento.

Berkat kegigihan dan konsistensi warga, sumber daya alam merekapun dibangun menjadi salah satu destinasi wisata yang namanya kini telah mendunia. Bahkan, Rammang-rammang sudah menjadi destanasi andalan wisata di Indonesia.

"Andai saat itu warga menyerah dengan keadaan, saya yakin gugusan karst Rammang-rammang ini akan menjadi areal tambang marmer dan semen. Kita harap geopark dunia bisa segera diraih," ujarnya. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA