Hal itu pun diungkapkan oleh Menpar Arief Yahya saat Launching Calender of Event Bengkulu 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (7/12/2017). Dijelaskan oleh Rohidin, kalau Bengkulu punya banyak atraksi wisata menarik dan budaya yang bisa dijadikan event wisata.
"Yang pertama untuk kalender event saya sudah hitung jumlahnya. Ada 14 event, Top 3 event di Bengkulu satu Festival Tabut, dua Festival Pesisir Pantai Panjang dan Festival Bumi Rafflesia," ujar Arief dalam pidato pembukaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mumpung banyak orang saya bilang, 14 kurang banyak. Solo ada 58 event, Banyuwangi punya festival terbaik 72 event," ujar Arief.
Turut hadir dalam acara, Wakil Gubernur sekaligus Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Ditambahkan oleh Rohidin, bahwa sejumlah event wisata telah berlangsung sejak lama dan akan kembali dilaksanakan tahun 2018 mendatang. Selain tiga event di atas, akan hadir Festival Doll, Festival Enggano Fiesta, Karnaval Batik Besurek dan lainnya. Selain itu, Rohidin juga tak lupa menyebut ikon pariwisata Bengkulu yang tak lain adalah Bunga Rafflesia.
"Bengkulu ini salah satu provinsi kecil di mulut Samudera Indonesia. Di situ tumbuh subur bunga Rafflesia," ujar Rohidin.
Namun tidak hanya event wisata dan bunga Rafflesia, Bengkulu juga sarat akan unsur sejarah. Faktanya, Presiden Soekarno pernah diasingkan ke Bengkulu selama empat tahun. Bengkulu juga menjadi tempat kelahiran Fatmawati yang menjadi ibu negara pertama Indonesia. Belum lagi benteng peninggalan Inggris hingga alam bawah lautnya yang indah.
"Pesona Maluku Berkontribusi membangun Pesona Indonesia agar dapat menggetarkan dunia, bukan hanya Indonesia," tutup Rohidin. (rdy/krn)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru